
Pelepasan Peserta Kemah Budaya PWI di Kantor PWI Pusat/Foto. Humas/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Kemah Budaya Wartawan yang menjadi
bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 merupakan
terobosan baru sejak HPN pertama digelar tahun 1985. Pemilihan lokasi Kemah
Budaya di perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Provinsi
Banten, juga sangat menarik. Peserta bisa belajar ilmu kehidupan langsung dari
sumbernya.
Demikian dikatakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) Pusat Ahmad Munir didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sakedang dan
Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya Ramon Damora, serta Koordinator
Kemah Budaya Kunni Masrohati, saat melepas peserta Kemah Budaya di aula PWI
Pusat, Kebonsirih, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
“Di Baduy teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam,
dan hidup secara tradisional dan alami. Bahkan untuk Baduy dalam di sana tanpa
internet, listrik dan peralatan modern lainnya. Ini tempat yang cocok untuk
melakukan capacity building, di tengah situasi yang tidak mengenakkan dan serba
terbatas. Sebuah tantangan untuk bisa beradaptasi di lingkungan yang jauh dari
hal-hal yang menjadi keseharian kita,” ujar Cak Munir, sapaan akrabnya.
Di depan puluhan peserta Kemah Budaya yang terdiri dari
wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah.Cak Munir berpesan agar peserta Kemah
Budaya Wartawan ini belajar dan memahami kehidupan masyarakat Baduy yang tetap
teguh memegang ajaran leluhurnya, menjaga alam dan sosial budaya. Bagaimana
mereka menjaga komuniatasnya tetap survive di tengah kemajuan zaman, juga
menarik untuk dipelajari.
“Lakukan pendalaman materi terlebih dulu supaya paham peta
dan situasi di lokasi tujuan. Dan jangan lupa hormati semua larangan, pantangan
dan aturan adat yang ada,” pesan Cak Munir yang juga Ketua Dewan Pengawas LKBN
Antara.
Seperti diketahui, PWI Pusat akan menggelar menggelar Kemah
Budaya Wartawan pada 16–17 Januari 2026.
“Kegiatan Kemah Budaya Wartawan merupakan salah satu
rangkaian HPN yang tahun ini dipusatkan di Banten. Kemah Budaya diprioritaskan
bagi wartawan dan sastrawan perempuan. Wartawan dan sastrawan memiliki
kesempatan yang sama dengan porsi berimbang, dan jumlah peserta terbanyak
adalah perempuan,” ujar Kunni Masrohati.
Kegiatan ini akan diikuti oleh 41 wartawan dan sastrawan
dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga
Samarinda.
“Karya tulis peserta
dikirim ke email panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Seluruh
karya akan dibukukan dan diluncurkan acara puncak HPN di Banten pada 8 Februari
2026,” kata Kunni, yang juga wartawan senior dan sastrawan.
Kondisi alam Kampung Baduy yang berupa perbukitan
membutuhkan stamina yang prima. Oleh karena itu, peserta diingatkan agar
benar-benar dalam kondisi sehat, baik jasmani maupun rohani.
Rombongan dijadwalkan diterima oleh Bupati Lebak sebelum
menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes. Peserta juga akan diajak
berdiskusi dengan para pemuka dan masyarakat setempat untuk memahami adat
istiadat serta kehidupan masyarakat Baduy.
