Legislator PKS Dorong Mitigasi Menyeluruh Terkait Longsor TPA Bantargebang

Anggota Komisi XII DPR RI, Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, dengan ilustrasi Longsor TPA Bantargebang/Foto. ChatGPT/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Longsor Gunungan Sampah Kembali terjadi
di tanah air. Tahun 2005 kasus longsor gunungan sampah di Tempat Pembuang Akhir
(TPA) pernah terjadi di wilayah Cimahi Bandung, Jawa Barat. Masih di awal tahun
2026, kejadian serupa terjadi Kembali. Kali ini menimpa TPA Bantargebang Bekasi,
yang juga menimbulkan korban.
Menyoroti longsornya gunungan sampah TPA Bantargebang
Bekasi, Anggota Komisi XII DPR RI, Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir menegaskan
bahwa pemerintah harus melakukan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan.
Untuk memastikan penanganan korban dilakukan secepat dan sebaik mungkin serta
memastikan tak ada pengulangan kejadian.
"Yang pertama tentunya, penanganan harus dilakukan
secepat dan sebaik mungkin. Baik penanganan korban maupun penanganan lokasi
longsor. Harus menjadi prioritas, khususnya bagi Pemerintah Daerah, baik
provinsi maupun kabupaten kota, yang diikuti dengan pengawasan dari Kementerian
Lingkungan Hidup secara ketat, untuk memastikan tidak ada korban lagi,"
kata H. Jalal, Selasa 10 Maret 2026.
Kemudian, ia pun mendorong pada semua pihak terkait, untuk
memitigasi lokasi kejadian secara menyeluruh, untuk menyusun langkah-langkah
pencegahan. Termasuk juga untuk mitigasi bencana hidrometeorologis.
"Ini bukan hanya untuk TPA Bantargebang saja ya. Tapi
untuk diterapkan di semua TPA atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Semua potensi yang membahayakan harus ditekan serendah mungkin. Jangan sampai
terulang lagi kejadian longsor seperti itu," ujarnya.
H. Jalal juga mendorong pemerintah untuk melakukan
percepatan proses penguraian sampah. Baik melalui sistem Pembangkit Listrik
Tenaga Sampah (PLTSa) maupun Refused-Derived Fuel (RDF).
Dan, ia pun menekankan kepada Kementerian Lingkungan Hidup
dan pemerintah daerah untuk mengintensifkan pemilahan sampah.
"Mari sama-sama kita jadikan pemilahan sampah sebagai
gaya hidup. Dari rumah tangga, mulai dipilah, mana sampah plastik, mana sampah
organik. Mana sampah yang masih bisa didaur ulang, mana yang memang harus
dibawa ke TPA. Ini akan meringankan beban TPA-TPA itu," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tim SAR menghentikan pencarian
korban longsor gunungan sampah di Zona 4 TPST Bantargebang, Desa Ciketing Udik,
Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Operasi SAR pun ditutup setelah
seluruh korban yang sebelumnya tertimbun berhasil ditemukan.
“Pukul 00.00 WIB, dengan ditemukannya seluruh korban dan
tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” kata
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya, Selasa
(10/3/2026).