Kasus Ginjal Terus Naik, Radjak Hospital Salemba dan JGI Gelar Talk Show Bingkai

Talk Show Bincang Kesehatan Indonesia (Bingkai) di Radjak Hospital, dalam rangka peringatan Hari Ginjal Sedunia/Foto. Radjak Hospital/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID,
JAKARTA - Radjak
Hospital Salemba bersama dengan Jaga Ginjal Indonesia (JGI) menggelar Talk Show
Bincang Kesehatan Indonesia (Bingkai) dengan mengangkat tema “Kenali Risiko,
Jaga Ginjal Sejak Dini” dengan mengangkat isu kesehatan ginjal pada anak usia
dini, yang mana terus meningkat penderitanya, khususnya di tingkat Sekolah
Dasar hingga Menengah Atas.
Talk Show yang
mengadirkan dua narasumber dari Radjak Hospital Salemba, yakni dr. Asnath Vera
Safitri Matondang, Sp. PD, FINASIM, dengan mengangkat tema berjudul, Deteksi
Dini Penyakit Ginjal, dan narasumber kedua, dr. Tetty Ernawati Harefa, MS, Sp.
GK., dengan mengangkat tema berjudul, Pola Hidup Hijau Pada Pasien Gagal Ginjal
Kronik, yang juga turut dihadiri pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah (Kemendikdasmen), yang kali ini diwakili oleh Dr. Mariman Darto, S.E.,
MSi., selaku Staff Ahli Kemendikdasmen, yang menguak bagaimana factor makanan
yang diasup menjadi penyumbang penyakit ginjal di kalangan anak-anak sekolah.
Seperti yang
diungkapkan oleh Dr. mariman, pada tahun 2022 -2023, sekitar 326 kasus terdata
pada puncak krisis, dengan angka kematian mencapai 204 anak. Selanjutnya,
ditahun 2025-2026, tidak ada lonjakan kasus baru, lebih banyak bersifat
sporadis yang dipicu oleh dehidrasi berat, infeksi (sepsis), atau komplikasi
penyakit lain.
Namun demikian,
di tahun 2026, Gagal Ginjal Kronis (GGK/CKD) total semua pasien cuci darah di
Indonesia mencapai 200 ribu yang menjalani perawatan rutin. Estimasi pasien
anak 1-2% anak usia 0-18 tahun atau sekitar 2.000 sampai 4.000 anak di seluruh
Indonesia saat ini hidup dengan kondisi gagal ginjal kronis dan membutuhkan
terapi pengganti ginjal. Selain itu, pada kasus Hermodialisis (CAPD) atau cuci
darah, di tahun 2024 hingga 2026, terjadi kenaikan klaim biaya untuk pasien
gagal ginjal usia muda (remaja).
![]() |
| Direktur PT Indo Husada Utama, Abdul Barry, S.E., MARS. |
“Awalnya saya agak kaget, posisi kami menghadapi sembilan kasus yang menimpa anak-anak kita, dan dari sembilan kasus ini salah satu kasus yang menarik dan mengerikan jika tidak segera diantisipasi yakni masalah ginjal,” ungkapnya saat memberikan sambutan, Sabtu (08/03/26).
Lebih jauh dia
menyampaikan, pada kasus puncak krisis di tahun 2025-2026 ada penambahan dan
angka cuci darah pada anak sekitar 2000 pasien yang perlu segera diantisipasi.
“Kami dengan
memiliki 53,5 juta anak di Indonesia, usia 0-19 tahun ini tidak sedikit dan ini
tentu mengagetkan kami. Kami rencana memiliki, yang mana kami punya 38 Unit Pelaksana
Teknis (UPT) di masing-masing UPT ada 3, yang bisa diajak kerjasama yang tentu
ini menjadi point menarik dalam pengentasan kasus ginjal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Jaga Ginjal Indonesia Everino P. Therick, menyampaikan bulan menjadi bulan memperingati hari ginjal sedunia. Yang mana seluruh element masyarakat menurutnya melakukan peringatan atas masalah kesehatan ini.
“Sepanjang bulan
Maret ini semua komunitas, rumah sakit dan lainnya, sama-sama memperingati hari
ini dan ini mungkin menjadi warning buat kita. Artinya bahwa kenaikan
pasien ginjal yang terkena gagal ginjal itu bukan semakin menurun, tetapi
semakin hari semakin naik grafiknya,” ungkapnya.
JGI dalam hal ini, masih kata Everino, memiliki empat pilar ini yaitu, edukasi, motivasi, donasi dan advokes. “Edukasi ini kita memiliki program yang namanya Jaga Ginjalmu Indonesia, yang dibentuk bersama mantan Menko PMK Profesor Muhajir Effendi, sudah 4 tahun kita jalani kita keliling sesuai dengan arahannya di sekolah dasar negeri. Rupanya benar, bahwa isu kebersihan makanan itu cukup marak. JGI bergerak dalam beberapa tempat untuk memberikan edukasi,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan harapannya, terkait Talk Show Kesehatan yang mengangkat isu kesehatan ginjal ini menjadi momen dan ajang silaturahmi menghasilkan hasil terbaik.
“Saya kira kerjasama ini akan mencapai hasil yang baik. Artinya bahwa kita sama-sama belajar untuk menjaga keluarga kita untuk hidup sehat. Ginjal ini salah satu organ yang penting, marilah sama-sama kita jaga. Semoga talkshow ini bisa sebagai wadah bersama-sama belajar,” ungkapnya.
Menyambut, apa yang disampaikan oleh Ketua JGI, Direktur PT Indo Husada Utama, Abdul Barry, S.E., MARS., menyampaikan mengutip kata ‘ngabuburit’ di bulan Ramadhan, di-isi dengan kegiatan yang bermanfaat dengan membahas isu-isu kesehatan.
![]() |
| Management Radjak Hospital Salemba, Pengurus JGI dan peserta Talk Show Bingkai. |
“Di bulan Ramadan ini kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat. Bagi teman-teman semua, Komunitas JGI, tentunya kesehatan ginjal ini merupakan isu nasional, yang mana kami sendiri selaku panitia pelayanan kesehatan mulai tahun 2014, cukup mengagetkan karena angka penderita gagal ginjal yang mendaftar ke rumah sakit Radjak, dengan program BPJS langsung tinggi,” ungkapnya.
Pihaknya mengapresiasi program pemerintah dengan BPJS Kesehatan, yang mengcover terhadap kesehatan ginjal, dalam hal ini dalam kasus cuci darah yang mana dicover penuh.
“Itu sangat membantu masyarakat. Bisa dibayangkan sebelum dicover tidak memiliki kemampuan biaya cuci darah, itu sangat berat. Semenjak kita menjalani Rumah Sakit di Purwakarta, kita berjalan 3 shift. Tentunya ke depan kita harapkan bisa lebih baik. Apapun program itu, kita harus apresiasi dan kita dukung. Kami dari Radjak Hospital Group terus mendukung program-program yang baik dari pemerintah maupun dari masyarakat untuk kita dapat bersama-sama meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia untuk masa depan lebih baik,” ujarnya.
Terkait dengan layanan, Direktur RSAR Salemba dr Ali Martomo, menyampaikan saat ini Radjak Hospital telah membuka Kembali layanan penanganan ginjal bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Yang mana pihaknya pernah terhenti dalam memberikan layanan kesehatan terkait dengan permaslaahan ginjal, salah satunya untuk program cuci darah.“Jadi kami akan buka kembali di tahun ini, walaupun memang tahun sebelumnya kita sudah menyelenggarakan tapi karena ada sesuatu hal sempat terhenti,” ungkapnya.
“Kami akan buka kembali di tahun ini, dasarnya yaitu kami ingin memfasilitasi pasien-pasien Ginjal yang membutuhkan layanan kesehatan,” lanjutnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, dari data yang ada, sejak bulan Agustus 2025 setiap hari Radjak Hospital menolak pasien rata-rata 5-10 pasien yang membutuhkan layanan cuci darah. Hal ini yang mendasari Radjak Hospital harus membuka layanan khusus ginjal.
“Talk Show Bingkai, ini bentuk komitmen kami. Jadi tidak hanya pengobatan tapi juga kami berfokus kepada pencegahan. Kami apresiasi kepada Komunitas JGI, dengan semangatnya selalu memberikan komitmen-komitmen untuk peduli terhadap kesehatan ginjal,” pungkasnya.
Sebagai
informasi, kegiatan Talk Show Bingkai, turut dihadiri oleh Managing Director PT
Indo Husada Utama Nurhadi Yudiyanto, S.E., Ak,
Wakil Direktur Bidang Operasional PT Indo Husada Utama, Dr. dr. Arief
Riadi A, Sp, P(K)., MARS, FISR., Kepala Divisi Operasional PT Indo Husada Utama
dr. Suwignyo, M.Kes., Komisaris
Independen PT. Indo Husada Utama dr. Daeng Mohammad Faqih, SH., MH, Wakil
Direktur Bidang Marketing PT. Indo Husada Utama Ery
Pertinda Saputra, yang ditutup dengan santunan kepada para penderita ginjal dan
buka bersama.

