Empat Puluh Tahun, Elpala SMA 68 Jakarta Menjejak Atap Dunia

Pendiri Elpala SMA 68 Jakarta/Foto. Ist/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Empat puluh tahun lalu, Elpala SMA
68 Jakarta lahir bukan dari ruang besar atau rencana megah. Ia tumbuh dari
keberanian lima remaja belasan tahun yang memilih alam sebagai guru,
persahabatan sebagai kompas, dan keteguhan sebagai jalan hidup. Hari ini, empat
dekade kemudian, Elpala masih berdiri, menjadi saksi bahwa idealisme muda bisa
menua tanpa kehilangan arah.
Didirikan oleh Dar Edi Yoga, Tommy P. Kalumata, Eka Bama
Putra, Fu Nie Pranoto, dan Bambang Anto Gunawan, Elpala tumbuh di masa ketika
pendakian bukan soal konten, bukan pula soal prestise. Ia tentang menaklukkan
diri sendiri, belajar menghormati alam, dan memupuk disiplin yang kelak dibawa
ke kehidupan nyata.
Waktu berjalan. Generasi berganti. Namun Elpala tidak
sekadar bertahan, ia melangkah jauh. Jejaknya menembus batas geografis dan
mental: berdiri di Puncak Kilimanjaro, atap Afrika; menantang dinginnya Elbrus,
puncak tertinggi Eropa; hingga menjejak Carstensz Pyramid, mahkota Asia-Oseania
yang keras dan sunyi. Prestasi-prestasi itu bukan sekadar catatan pendakian,
melainkan bukti konsistensi nilai yang dijaga lintas zaman.
Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, keberadaan
Elpala hingga hari ini adalah anomali yang indah. Saat banyak komunitas lahir
dan hilang, Elpala tetap eksis karena ia tidak dibangun di atas euforia sesaat,
melainkan fondasi kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab pada alam.
Lebih dari sekadar klub pencinta alam, Elpala telah menjadi
ruang pembentukan karakter. Dari tenda-tenda sederhana dan jalur pendakian yang
sunyi, lahir manusia-manusia yang belajar memimpin tanpa berteriak, bertahan
tanpa mengeluh, dan pulang tanpa merasa paling hebat.
Empat puluh tahun Elpala adalah pengingat bahwa sesuatu yang
dimulai dari langkah kecil bisa meninggalkan tapak panjang. Selama semangat itu
terus diwariskan, dari angkatan ke angkatan, Elpala bukan hanya akan terus ada,
tetapi akan terus relevan. Karena alam mungkin tak pernah berubah, namun
manusia selalu butuh tempat untuk belajar merendah dan bertumbuh.
Selamat ulang tahun ke-40, Elpala SMA 68 Jakarta. Jejakmu di
gunung-gunung dunia telah tercatat. Jejakmu di karakter manusia, jauh lebih
abadi.