Pusat Study Kebencanaan Menjadi Nilai Lebih UMHT
![]() |
Kegiatan Pelatihan Kebencanaan UMHT di Ngopi Lumbung Padi,
Puncak/Foto.Noorwan/Industriindonesia.id
AKURATNEWS.ID, BOGOR – Universitas MH Thamrin (UMHT) hadir di tengah-tengah
kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan latar belakang dunia kesehatan.
Namun dari pada itu, keberadaan UMHT di tengah-tengah kebutuhan tenaga kerja
yang siap diterjunkan ke wilayah bencana, menjadi jawaban akan kebutuhan
tersebut.
UMHT hadir dalam industri Pendidikan dengan mengintegrasikan
kebutuhan SDM kebencanaan yang tentunya menjadi kebutuhan perawat yang siap
diterjunkan di wilayah bencana, yang mana saat ini masih sangat dibutuhkan
bangsa ini. Lahir dari sebuah kepedulian, kini UMHT siap mendidik dan
melahirkan para SDM-SDM kebencanaan, yang professional dan siap terjun ke
masyarakat.
Ditemui saat Kegiatan Pelatihan Keperawatan Bencana di Ngopi
Lumbung Padi, Kawasan Puncak Jawa Barat, Kepala Pusat Studi Bencana Seven
Sitorus, S.Kep., M.Kep., Sp. Kep., MB., menjelaskan bagaimana Pusat Studi
Bencana Universitas MH Tamrin (PSB UMHT) keberadaannya diprakarsai oleh pendiri
UMHT, yaitu Dr. Abdul Rajak.
![]() |
| Kepala Pusat Studi Bencana Seven Sitorus, S.Kep., M.Kep., Sp. Kep., MB. |
“Beliau menginginkan bahwa kampus kami itu bisa berperan ke
masyarakat, khususnya di dalam bidang bencana. Nah, oleh sebab itu beliau punya
hati yang mulia untuk mendirikan PSB. Tugas daripada PSB ini tentunya ketika
ada bencana di daerah mana pun, terutama di daerah kita, PSB bisa berperan untuk menjadi koordinasi
melakukan khususnya di bidang kesehatan untuk menolong masyarakat yang
membutuhkan tentunya pertolongan dalam bidang Kesehatan,” ujar Seven,
menjelaskan beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dia memaparkan, dalam study di PSB dibagi menjadi
beberapa hal, pra-bencana, bencana atau saat terjadi bencana dan pasca bencana.
“Nah untuk kegiatan-kegiatan pra-bencana itu kita melakukan
seperti simulasi-simulasi dan juga di fakultas khususnya
keperawatan,”ungkapnya.
Seven juga menyampaikan harapannya, bagaimana terkait dengan
kolaborasi, UMHT akan melkukan riset-riset terkait kebencanaan dan
pelatihan-pelatihan yang langsung berada di bawah PSB.
“Kami berharap depan juga akan mengadakan riset-riset dan
pelatihan-pelatihan yang tentu di bawah PSB. Dan untuk saat ini kami sedang
menjajaki kerjasama dengan pusat krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kami
juga sedang menjajaki dengan pusat kerjasama dengan BNPB, dan Ikatan Bensana
Universitas se-Indonesia,” paparnya.
Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama, Ka. Prodi
Sarjana Keperawatan UMHT Lia Fitriyanti, S.Kep., M.Kes, mengungkapkan, visi
program studi keperawatan di UMHT menghasilkan perawat yang unggul di bidang
kegawatdaruratan dan bencana yang berjiwa kewirausahaan.
![]() |
| Ka. Prodi Sarjana Keperawatan UMHT Lia Fitriyanti, S.Kep., M.Kes. |
“Dengan kegiatan yang dilakukan, di Pasadena Village (Ngopi
Lumbung Padi), merupakan implementasi dari visi dan misi, yaitu diharapkan
lulusan dari kita memiliki kompetensi, memiliki sikap professional. Ketika di
lapangan menghadapi kegawatdaruratan bencana dapat melakukan kondisi
kegawatdaruratan. Sehingga kegiatan ini mahasiswa siap terhadap bencana yang
dihadapi,” ungkapnya.
Lia juga menyampaikan, selain pelatihan yang dilakukan di
luar ruang, pihaknya membekali kegiatan para mahasiswanya dengan
kegiatan-kegiatan kewirausahaan yang berhubungan dengan layanan Kesehatan.
“Selain kegiatan pelatihan bencana, ada kegiatan
kegawatdaruratan yakni Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), dan untuk
jiwa kewirausahaan yakni Hipnoterapi. Semua itu masuk di dalam mata kuliah,
kurikulum yang mewujudkan visi-misi UMHT dan kegiatan ini rutin dilakukan dalam
tiap tahunnya, untuk topiknya akan berbeda beda, semua kegiatan untuk membekali
mahasiswa, kompetensi, skill,” jelasnya.
Berbicara kelebihan UMHT terkait dengan Fakultas
Keperawatan,seperti yang diungkapkan oleh Ka. Prodi, Fakultas Keperawatan UMHT
dibekali dengan pengetahun terkait kebencanaan
“Kami membekali bukan hanya kurikulum saja, tetapi juga
membekali mahasiswa kami dengan skill. Supaya mahasiswa kami terampil dan
kompetensi siap, sehingga di lapangan mereka sudah siap dan terampil di
lapangan,” pungkasnya.


