Bekali Pengetahuan Kebencanaan, UMHT Selenggarakan Pelatihan Keperawatan Bencana di Pasadena Village
![]() |
| Rektor UMHT bersama dengan Kepala Study Kebencanaan dan Mahasiswa/wi serta instruktur kegiatan pelatihan, berfoto di tempat pelatihan (Pasadena Village), di Kawasan Puncak/Foto. Noorwan/akuratnews.id |
AKURATNEWS.ID, BOGOR – Untuk membekali para mahasiswanya terkait pengetahuan dan keterampilan kebencanaan, Universitas MH Thamrin, menggelar Pelatihan Keperawatan Bencana (PKB), khusus untuk Prodi Keperawatan dan Kebencanaan, yang diselenggarakan di Pasadena Village, Puncak, Bogor, jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa semester 5 UMHT ini, mendapatkan pembekalan langsung dari instruktur yang didatangkan dari TNI Angkatan Laut Republik Indonesia, dengan pembekalan standar sebagai relawan keperawatan.
Rektor UMHT, Dr. Ningky Sasanti Munir, M.A., M.B.A., menyampaikan UMHT sangat unggul di bidang pusat studi bencana. Untuk itu, pihaknya menerapkan pelatihan bagi para mahasiswanya terkait pengetahuan kebencanaan.
“Mahasiswa program studi Sarjana Keperawatan mengikuti pelatihan, yang mana latihan-latihan seperti ini, selain bagian dari program akademik, juga membuat mahasiswa kita menjadi bagian penting dari masyarakat dimana mereka bertempat tinggal,” ungkapnya.
Dr. Ningky menjelaskan, bisa dibayangkan jika ada mahasiswa keperawatan di lingkungan masyarakat diharapkan bisa berkontribusi positif.
“Hari ini atau tahun ini, kita fokus pada bencana yang terkait dengan air, misalnya banjir. Jadi ada penanganan korban-korban yang terkena bencana yang terkait air, seperti banjir seperti itu. Nah ini akan meningkatkan kompetensi dari mahasiswa. Nomor satu, bukan saja kompetensi akademi. Kedua, adalah kompetensi soft skillnya. Sebagai manusia, sebagai bagian dari masyarakat, mereka percaya diri membantu lingkungannya,” jelasnya.
“Orang-orang seperti ini, seperti mahasiswa kami, itu akan menjadi bagian penting membantu masyarakat yang kena musibah banjir. Kenapa? Karena mereka well-trained dibandingkan dengan yang belum pernah mendapat pembekalan terkait kebencanaan. Mahasiswa ini instingnya bukan saja menyelamatkan diri dan keluarga, tetapi juga bisa menyelamatkan orang-orang di sekitarnya,” lanjutnya.
Terkait Kerjasama, rektor UMHT menyampaikan, pihaknya sangat beruntung karena dibantu oleh pihak Angkatan Laut. “Pertama, karena peralatannya lengkap. Kedua, trainernya itu sangat berpengalaman. Yang ketiga, bukan saja peralatan dan juga kecakapan dalam hal kompetensi, hard kompetensi. Mahasiswa kami bisa belajar masalah ketangguhan, ketabahan, percaya diri dan sebagainya,” katanya.
![]() |
Letda Mar, Oo Sudarna S.H., Kopka Apk, Yusron S.Kep, Ners
(Bertopi)/Foto. Noorwan/akuratnews.id |
“Kami juga bermitra dengan beberapa lembaga NGO nasional, ternyata mereka membutuhkan staf-staf ahli untuk evolution, mentoring and research di bidang kesehatan yang diawaki oleh sarjana-sarjana Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. Mulai dengan 2026 ini, kami akan lebih fokus meningkatkan keandalan dalam bidang penanganan bencana. Karena kami sudah juga didukung oleh pusat studi bencana,” tegasnya.
Pembekalan Standart TNI
Sementara itu, Instruktur Kegiatan Water Rescue, Letda Mar, Oo sudarna S.H., Kopka Apk, Yusron S.Kep, Ners, mengungkapkan maksud tujuan kegiatan pelatihan dalam rangka memahami bagaiamna cara menyelamatkan nyawa dan mengurangi cidera dan resiko bagi relawan dengan memberikan Teknik pertolongan dengan meraih, melempar, tenggelam, dan aksinya.
“Alhamdulillah, mereka ke depan akan lebih baik lagi dengan latihan yang lebih keras untuk nanti saat melakukan tugasnya dalam rangka memberikan keselamatan,” katanya.
Lebih jauh terkait materi yang diberikan, Oo menyampaikan, pembelajaran merupakan materi standart, mengingat pelatihan ini menjadi hal penting dalam rangka memberikan penyelamatan bagi manusia.
“Karena ini menyangkut keselamatan orang, khususnya para relawan untuk mengurangi resiko cidera dan hal tak diinginkan. Ini sudah baik untuk mereka dan ini sudah ditingkatkan dan diulangi untuk lebih flexible dan bereaksi,” jelasnya.
Letda Oo juga menyampaikan, bagaimana dalam pelatihan kebencanaan ini, factor cuaca tidak menjadi kendala kegiatan. Baginya kesiapan mental menjadi hal penting mengingat menjadi relawan kebencanaan atau perawat kebencanaan memang berat.
“Saat pelatihan cuaca buruk, tidak menjadi kendala bagi perawat untuk melakukan pelatihan, mereka harus siap, makanya harus didukung dengan fisik yang kuat, sehat, jiwa tulus dan ikhlas. Sehingga dalam pelaksanaannya tidak ada pilah pilih untuk mencapai tujuan tersebut,” tegasnya.
“Harapan ke depan kami sebagai instruktur untuk rekan-rekan yang berlatih bisa memberikan setidaknya dasar bagaimana Teknik pertolongan di air, danau, laut dan sebagainya. Sehingga motto reaksi tanggap melaksanakan tugas dengan rasa anggung jawab, disiplin yang tinggi, pengabdian tanpa pamrih sehingga selalu berdoa kepada yang maha kuasa, insya Allah berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

