Notification

×

Iklan

Iklan

Ribuan Warga Meriahkan Pre Unveiling Kolam Renang Hills View Desa Sukosari Madiun

Senin, 20 Mei 2024 | 08:37 WIB Last Updated 2024-05-20T01:37:21Z



AKURATNEWS.ID, MADIUN - Pemerintah Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Madiun, Jawa Timur, menggelar pra pembukaan kolam renang dengan spot _hills view_, Minggu (19/5/2024). Ribuan warga desa setempat menyempatkan berbondong ke lokasi, untuk 'menjajal' kesegaran bening dan segarnya air kolam renang yang dikemas dalam paket 'Wisata Pangonan' itu.


Secara bertahap, direncanakan, keberadaan kolam renang tersebut didukung sarana lain berupa kolam pemancingan, area kuliner, bumi perkemahan, gazebo serta unsur penyelaras lainnya. 


Pandangan itu disampaikan Kepala Desa Sukosari, Kusno, kepada jurnalis disela-sela kegiatan di area kolam renang, usai pihaknya membuka acara tersebut. Sarana penunjang lainnya, tekadnya, akan segera diwujudkan dengan tetap memanfaatkan anggaran yang tersedia.


"Pembangunan yang saat ini sudah jadi dan dapat dimanfaatkan warga adalah kolam renang. Sedangkan spot kuliner, kolam pemancingan, bumi perkemahan dan lainnya akan dibangun bertahap, dengan pola pendanaan multiyears (tahun jamak)," sebut Kusno.


Terkait pembangunan _swiming poll_, jelas Kusno, pihaknya memanfaatkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2022. Anggaran sebesar Rp. 600 juta itu digunakan untuk membangun paket kolam renang, masing-masing untuk kategori anak-anak, remaja dan dewasa. 


Volume kolam renang, rincinya, berukuran 29 meter X 25 meter, dengan kedalaman disesuaikan menurut kebutuhan kategori pengguna (anak-anak, remaja, dewasa). 


Melengkapi keberadaan kolam renang yang dikerjakan secara swakelola itu, paparnya, terdapat kamar bilas, toilet, area tunggu, tempat parkir, taman dan kelengkapan lainnya. 


"Menurut ahli di Dinas PU yang saya mintai pendapat, dana Rp. 600 juta itu telah memadai atau masuk akal untuk membangun kolam renang ini," terangnya. 


Sedangkan waktu pembangunan sampai semua sarana penunjang terbangun tuntas, menurutnya, diharapkan selesai pada tahun 2027 dengan ketersediaan lahan kas desa (TKD) seluas 2 hektar.


Kolam renang dengan _view_ naik turunnya bebukitan indah, yang pre openingnya dimeriahkan ratusan pesenam emak-emak itu, pembangunannya dikerjakan secara swakelola oleh warga desa setempat. 


Sementara beberapa pengunjung mengaku suka dan bangga dengan adanya kolam renang di wilayahnya. Menurut pengunjung, dengan adanya paket wisata itu keluarganya tidak perlu pergi jauh, yang tentu dengan budget lebih tinggi, untuk melepas penat dan kejenuhan. 


"Tentu enak disini. Jelas biayanya tidak banyak. Selain itu karena lokasinya dekat rumah, tentu tidak perlu capek-capek," tutur Salsa, seorang ibu yang mengajak serta Nihaya, Balitanya yang berusia 1 tahun itu. 


Menurutnya, buah hatinya nampak betah berlama-lama bermain air di kubangan kolam renang bagian anak-anak itu. Untuk menyenangkan anaknya, dia menjadwalkan seminggu sekali mengunjungi lokasi tersebut.


Sedangkan pengunjung lain anak-anak, Aviani, siswi TK Kecil usia 5 tahun, merasa senang sekali dapat bermain air di kolam yang besar (red, kolam renang). 


"Enak, Pak, bisa jeburan air disini sepuasnya. Dalamnya se pinggang saya. Rame main air sama teman-teman saya. Wahh...pokoknya saya nanti ngajak ibu saya main air lagi disini," celetuk Aviani.


Sepanjang belum dibuka secara resmi, tandas Kusno, pihak pemerintah desa akan menggratiskan pengunjung yang masuk. Saat ini, pungkas Kusno, pihaknya akan menggelar rapat bersama segenap unsur di desanya untuk menentukan harga tanda masuk (HTM), pemasangan rambu-rabu keselamatan dan hal lain yang diperlukan. (fin)