Notification

×

Iklan

Iklan

Pembangunan Tol Cigatas akan Dilanjutkan, Ini Kata Caleg Gerindra Hasanudin

Selasa, 09 Januari 2024 | 15:38 WIB Last Updated 2024-01-09T08:39:15Z

Tol Cigatas (Tol Getaci) yang saat ini memasuki tahap prakualifikasi di KemenPUPR/Ist


AKURATNEWS.ID, GARUT - Pembangunan proyek Tol Cigatas atau dikenal dengan sebutan Tol Getaci (Gedebage -Tasikmalaya - Cilacap) saat ini masih terus dalam perencanaan. Pembangunan Jalan Tol Getaci ini rencananya akan dimulai pada 2024 mendatang.


Dalam perencanaan proyek jalan Cigatas atau Getaci direncanakan memiliki panjang sekitar 184 km dengan 10 simpang susun. Tol ini juga akan memiliki 2 jalur dengan masing-masing 2 lajur.


Dikutip dari laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, proses pelelangan memasuki tahap pengumuman prakualifikasi dengan dokumen suratnya tertandatangani pada pada 19 Oktober 2023.


Pada tahap awal, Tol Getaci akan mencakup ruas Gedebage - Tasikmalaya - Ciamis sepanjang 108,30 kilometer dengan perkiraan nilai investasi Rp37,14 triliun.


Calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerindra, Hasanuddin meyakini pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan akan meneruskan pembangunan Tol Cigatas.


Hasanuddin menuturkan, infrastruktur tol ini penting bagi perekonomian daerah, khususnya Jalur Jabar Selatan (Garut Selatan dan Tasikmalaya Selatan).


“Kita juga berharap kedepan Tol Cigatas ini menyentuh hingga Pameungpeuk - Cibalong dan sekitarnya, hingga Talegong, Caringin, Cisewu dan Mekarmukti,” kata Hasanuddin, Senin (8/1/2024).


Hasanuddin yang merupakan Caleg no 5 untuk DPR RI dari partai Gerindra ini menyebutkan akan memperjuangan penyelesaian krisis air.


“Sebagai Calon Wakil Rakyat, saya akan memperjuangkan beberapa hal penting terkait penyelesaian krisis air di wilayah selatan khususnya Caringin, Indralayang dan sekitarnya,” ucapnya.


Lanjut Hasanuddin, ada banyak potensi sumber air yang bisa mengatasi kekeringan ini. Tidak hanya untuk air bersih rumah tangga, juga pertanian.


Seperti diketahui, Beberapa tempat di Garut selatan rutin kekeringan, hal ini berkontribusi bagi terciptanya kemiskinan, karena kebun dan sawah tidak dapat dimanfaatkan.


“Harus ada pemerataan infrastruktur dan pembangunan. Karena inti dari pembangunan adalah keadilan dalam mengakses kesejahteraan,” tandasnya.