Notification

×

Iklan

Iklan

Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP Diusung Pengurus PERSANI DKI Jakarta Jadi Ketum PB PERSANI

Sabtu, 29 April 2023 | 19:21 WIB Last Updated 2023-04-29T12:21:48Z

Pengurus Persani DKI Jakarta, bulat mengusung Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP maju menjadi Calon Ketua PB Persani periode 2023-2027/akuratnews.id


AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Harapkan perubahan di tubuh organisasi senam di tanah air, Pengurus Persani DKI Jakarta mengusung orang nomor satu di Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan di tanah air, maju menjadi orang nomor satu di organisasi senam di Indonesia.


Dimotori oleh Pengprov Persani DKI, beberapa Pengprov daerah diklaim juga turut mendukung diusungnya Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, dalam rangka perbaikan organisasi demi kemajuan olahraga senam di tanah air menuju ke arah yang lebih baik.


Sekretaris Umum Persani DKI Jakarta Herlin Parlindah, mengatakan melihat perkembangan organisasi senam di tanah air, Pengprov Persani DKI dan beberapa Pengprov daerah lainnya sebagai anggota PB Persani merasakan kerja PB Persani periode 2019-2023 tidak maksimal dan kurang memerhatikan kebutuhan daerah yang mendasar.


“Kebutuhan sarana prasarana, peralatan, pengembangan SDM, dan fungsi Litbang, serta bidang Usaha/Dana tidak berjalan, yang seharusnya mampu mengupayakan kolaborator/perusahaan untuk menggalang dana, membantu pembinaan senam secara merata ke seluruh Pengprov, dengan meminimalis beban Pengprov Persani,” ujar Herlin kepada awak Media, di Gedung Senam DKI, di bilangan Jakarta Timur, didampingi oleh Arijali Nisha Negaka sebagai Wakil Ketum Persani DKI Jakarta, dan Linda Darnela sebagai Bidang Organisasi Persani DKI Jakarta, Sabtu (29/4).


Berakhirnya masa bakti kepengurusan PB PERSANI 2019-2023, dijelaskan Herlin, menjadi momentum untuk mencari dan menentukan Calon Ketua Umum PB Persani 2023-2027 dengan harapan pimpinan PB Persani periode berikutnya, yang memiliki komitmen tinggi.


“Komitmen ini mampu membina dan memajukan senam Indonesia secara menyeluruh di semua daerah dan berkompetisi sehat dengan dukungan sarana prasarana dan peralatan yang memadai, demi memasyarakatkan senam dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi nasional dan internasional, serta tidak terjadi kesenjangan dalam kaderisasi atlet berprestasi,” paparnya.


Keberatan dan Harapan


Namun demikian, ada beberapa catatan yang menjadi keberatan Pengprov Persani DKI Jakarta dan beberapa pengurus Pengprov lain, bagaimana kondisi mekanisme dan tata cara penjaringan menjadi hal yang dipertanyakan.


Seperti diungkap Herlin, SK Ketum PB Persani nomer 03/SK-PB.PERSANI/1/2023 telah dibentuk dan telah menyusun ketentuan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang beranggotakan dari pengurus PB Persani 2019 s.d. 2023.


Mekanisme dan Tata Cara Penjaringan dan Penyaringan serta Persyaratan Balon Ketua Umum PB Persani 2023 s.d. 2027 tertanggal 16 Maret 2023 yang ditandatangani oleh Ketua TPP dan mengetahui Ketua Umum PB Persani, yang juga merupakan kontestan Bakal Calon Ketua Umum PB Persani 2023-2027, dinilai janggal.


“Dalam program TPP ada hal-hal yang sangat dipertanyakan. Kepengurusan yang anggotanya hanya dari pengurus PB Persani, apakah itu bisa bersikap netral? Kemudian, dalam ketentuan yang mana Ketua PB Persani periode 2019-2023 menandatangani ketentuan tersebut. Apakah itu juga dibenarkan? Kami tidak tahu. Namun, kami punya kesan bahwa beliau (incumbent) dengan menandatangani, kemudian maju, bahwa  beliau telah mengambil start awal, mendahului dari balon lain terkait tata peraturan dan sebagainya,” jelasnya.


Sekretaris Umum Persani DKI Jakarta Herlin Parlindah (Tengah) saat memberikan keterangannya kepada awak Media, di Gedung Senam DKI, di bilangan Jakarta Timur, didampingi oleh Arijali Nisha Negaka sebagai Wakil Ketum Persani DKI Jakarta (Kanan), dan Linda Darnela sebagai Bidang Organisasi Persani DKI Jakarta (Kiri)


Meski demikian, Herlin mengakui bagaimanapun incumbent sudah memiliki ikatan emosional terhadap Pengprov yang lain. Tetapi pihaknya berharap, Pengprov Persani seluruh Indonesia bisa lebih cermat dan lebih cerdas, memilih dan menentukan pemimpin yang akan datang dengan mengevaluasi bagaimana pemimpin sebelumnya.


“Kita ingin ada perubahan, kita ingin ada inovasi yang sangat significant, yang sangat cepat, karena kita juga rindu senam Indonesia itu ditakuti oleh Asia Tenggara. Jaman - jaman 10-20 tahun yang lalu, Indonesia termasuk senam yang paling punya prestasi tinggi dibandingkan Negara Asia lain, seperti Thailand, Singapura, Malaysia. Kami rindu seperti itu,” ungkapnya.


Herlin menyampaikan, ke depan, siapapun pemimpin di PB Persani, ingin ada yang terbaik, ingin ada perubahan. Fungsi setiap bidang itu bekerja dengan betul. Ada evaluasi setiap tahun, evaluasi untuk pelatih, wasit, atlit, pengurus, yang berimbas kepada pembinaan senam seluruh daerah bisa merata. 


“Kalau kita berkompetisi seluruh daerah, seluruh daerah memiliki prestasi, berarti cadangan atlet, bakal calon atlet makin banyak dan tidak sulit mencari atlet. Dan jenjang atlet semakin membaik tidak ada kesenjangan, kekosongan kaderisasi jenjang atlet,” ungkapnya.


“Selama empat tahun ini, kami tidak diberikan pelatih yang harus melatih pelatnas itu kualitasnya seperti apa?Pelatih yang melatih di tingkat nasional itu seperti apa kualifikasi hingga ke daerah?, begitu juga wasit,” tegasnya.


Catatan Keberatan


Selain tata cara penjaringan calon ketua umum yang ditandatangani oleh Ketua Umum Persani, ada beberapa hal yang menjadi keberatan Pengprov DKI dalam penjaringan Balon Ketum Persani periode 2023-2027:

 

  1. Mekanisme Pemilihan Balon Ketum Cabang Olahraga harusnya di putuskan pada Rakernas/RAN yang di hadiri oleh Seluruh Pengprov Cabor/Persani, pada RAN Desember 2022 tidak ada pembahasan hal tersebut.
  2. TPP saat merilis Mekanisme pemilihan Balon Ketum PB Persani melalui medsos tanggal 21 Maret 2023 dan PB Persani mengirimkan keseluruh Pengprov Persani melalui email pada Ketentuan tersebut tidak menyertakan daftar status Pengprov Persani yang memiliki hak suara dan dan tidak memiliki. Informasi ini hanya diketahui oleh kalangan terbatas dan seolah dibatasi bagi siapa pun calon ketua umum yang akan mencalonkan.
  3. Ketentuan dukungan Jumlah 30 % dari jumlah Pengprov Persani yang mendukung calon ketua umum peserta pemilihan adalah hal yang mengunci dan menutup masyarakat Indonesia yang ingin mendaftar Balon Ketum PB Persani. Apalagi dengan waktu yang singkat sejak pengumuman tanggal 21 Maret sampai 19 April 2023.
  4. Saat TPP Merilis Pemilihan Balon Ketum melalui Medsos tertulis akan melakukan sosialisasi Mekanisme Penjaringan dan Penyaringan kepada pengurus Pengprov, diantaranya DKI, Riau, Kaltara dan Sulawesi Selatan, namun yang terjadi saat pendaftaran panitia TPP menginformasikan Pengprov Kaltara dan SulSel dianggap tidak aktif.
  5. Pembekuan Pengrov oleh TPP tertentu tidak aktif tidak berdasar, padahal organisasi dan pengurusnya eksis, aktif, masih mengikuti rapat dengan daerah ataupun pusat,


“Melalui surat mandat nomer 42/PSN-DKI/IV/2023 tanggal 4 April 2023 Pengurus Provinsi Persani DKI Jakarta telah memberikan Mandat kepada Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP untuk maju sebagai Bakal Calon Ketua Umum PB Persani periode tahun 2023 sd 2027,” tegas Herlin.


Sebagai informasi, dalam mengusung Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP, PengProv Persani DKI Jakarta telah mengantongi dukungan, antara lain PengProv Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Aceh Nangroe Darasulam, Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, dan Jawa Barat (surat dukungan soft copy), untuk maju sebagai Balon Ketum PB Persani 2023 s.d. 2027.


“Kami berharap bisa menggugah, membuka pikiran teman-teman Pengprov, ini loh calon yang bisa kita harapkan (Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP). Semua bisa berubah (terkait dukungan-red). Harapan kami tanggal 2 Mei bisa lolos ke tahap selanjutnya, kami akan bekerja di Konggres. Kami akan terus berjuang, begitu juga dengan keberatan-keberatan kami,” pungkasnya.