Sebanyak 700 Pelajar Jakarta Timur Ikuti Jalan Sehat Antikorupsi

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin melepas 700 Pelajar dalam ajang Jalan Sehat Antikorupsi/Foto. Ist/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Wali Kota Administrasi Jakarta
Timur, Munjirin, melepas 700 pelajar dalam kegiatan Jalan Sehat Antikorupsi
yang berlangsung di halaman Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4)
Kota Administrasi Jakarta Timur, Jalan Duren Sawit Baru, Kelurahan Pondok
Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 700 peserta yang terdiri dari
pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK di bawah naungan Suku Dinas Pendidikan
Wilayah I dan II Kota Administrasi Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi salah
satu bentuk edukasi untuk menanamkan budaya antikorupsi serta membangun
karakter generasi muda yang berintegritas.
Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut, Camat
Duren Sawit Kelik Sutanto, Kepala UPT Pusat Pelatihan dan Pengembangan
Pendidikan (P4) Jakarta Pusat Bambang Eko Prabowo, serta Ketua Umum Paguyuban
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (PMAKI), Syaefudin.
Dalam sambutannya, Munjirin menilai kegiatan Jalan Sehat
Antikorupsi merupakan langkah positif untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran,
integritas, serta sembilan prinsip antikorupsi kepada para pelajar sejak usia
dini. Penanaman nilai tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik di
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak cukup hanya dengan
memberikan pemahaman tentang bahaya dan dampak korupsi. Lebih dari itu,
pendidikan antikorupsi harus diarahkan pada pembentukan karakter agar generasi
muda terbiasa menerapkan perilaku jujur, disiplin, mandiri, bertanggung jawab,
serta berani menegakkan kebenaran.
“Ini cukup baik dan positif. Sejak dini kita tanamkan pada
seluruh pelajar di Jakarta Timur untuk berperilaku jujur, mandiri, tanggung
jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, kerja keras, dan adil,” ujar
Munjirin.
Ia menambahkan, pembentukan budaya antikorupsi harus dimulai
dari kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan
sehari-hari. Melalui pembiasaan tersebut, para pelajar diharapkan mampu tumbuh
menjadi generasi yang memiliki integritas, menjunjung tinggi kejujuran, serta
memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan Jalan Sehat Antikorupsi ini, para pelajar
diharapkan tidak hanya memahami pentingnya nilai-nilai antikorupsi secara
teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun generasi antikorupsi pada hakikatnya bukan sekadar
menghindari tindakan yang melanggar aturan, melainkan membentuk kebiasaan untuk
senantiasa berbuat baik, menjunjung tinggi kejujuran, bersikap adil, serta
bertanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan.


Posting Komentar