Ketika 1000 Janda Berjuang di Tanah Aceh untuk Kemerdekaan
![]() |
| Press Screening dan Gala Premiere Pasukan 1000 Janda/Foto. Ist/akuratnews.id |
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Perjuangan Laksamana Malahayati dan
Pasukan Inong Balee di Tanah Aceh, menjadi inspirasi dikemasnya film Pasukan
1000 Janda, yang melakukan perlawanan kepada para penjajah di era perjuangan
merebut kemerdekaan.
Manara Films memproduksi film fantasy action karya sutradara
Archie Hekagery, ini menghadirkan kisah epik dalam perjuangan melawan penjajah
yang ingin menduduki tanah para warga Aceh, namun berhasil diusir dengan
semangat juang para perempuan yang tengah berduka.
Film ini mengikuti
kisah Laksamana Malahayati
(Atiqah Hasiholan), yang harus kembali bertempur sekali lagi di
medan perang. Namun, pertempuran kali ini juga penuh lapisan emosional. Sebab,
suaminya baru saja gugur. Ia harus memimpin para perempuan lain yang suaminya
juga gugur saat melawan penjajah.
Laksamana Malahayati melatih para perempuan yang kemudian disebut dengan Pasukan Inong Balee tersebut menjadi ahli bela diri, memegang senjata, dan bergerilya di pesisir.
Pasukan 1000 Janda berhasil menghidupkan kisah epik
Malahayati ke layar lebar dengan pendekatan yang modern. Adegan-adegan
pertempuran dari duel 1 vs 1 hingga
penghancuran kapal yang
menjadi salah satu
adegan puncak film
ini disajikan dengan dramatis.
“Dengan balutan fantasy
action yang terinspirasi
dari kisah sejarah Malahayati, Pasukan 1000 Janda menyajikan tontonan
yang akan menghibur, penuh aksi laga kolosal, dan bisa ditonton keluarga,” ujar
sutradara Archie Hekagery.
“Para perempuan di film ini membuktikan bahwa kehilangan
bukan berarti akhir dari segalanya. Laksamana
Malahayati dan Pasukan Inong Balee maju ke medan tempur berangkat
dari rasa duka
yang justru bertransformasi menjadi
kekuatan besar untuk bangkit dan mempertahankan tanah air,” tambah
Archie.
Di film yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12
November ini, Atiqah Hasiholan harus menjalani workshop action selama tiga
bulan. Ia pun harus belajar menggunakan rencong, senjata tradisional Aceh.
“Ini adalah film action pertama saya. Saya harus melakukan
adegan laga dengan tali sling di atas kapal, dan yang paling berkesan adalah
saya harus duel satu lawan satu dengan aktor laga internasional berpengalaman
Ron,” ujar Atiqah Hasiholan.
Bagi Cut Mini, yang memerankan Maisaroh, salah satu Pasukan
Inong Balee, mengungkapkan nilai yang bisa diteladani dari film Pasukan 1000
Janda.
“Perempuan pada dasarnya sudah diciptakan sangat kuat.
Menangis dan bersedih itu wajar ketika kehilangan, tetapi air mata itu justru
menjadi booster untuk bangkit kembali. Pasukan Inong Balee membuktikan bahwa
kekuatan itu ada di dalam diri setiap perempuan, tinggal kita memilih untuk
menyerah atau bangkit menjadi pejuang yang tangguh,” ujar Cut Mini.
Film Pasukan 1000 Janda akan hadir dengan tontonan yang
menyajikan aksi laga megah berbalut kisah yang terinspirasi dari sejarah
nasional. Tak hanya tontonan dan
cerita yang relevan
untuk perempuan, namun
juga menjadi tontonan untuk
keluarga dan generasi muda.
Disutradarai Archie Hekagery, Pasukan 1000 Janda diproduseri
oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif
Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat
Indonesia.
Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang
perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di
antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully
Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent
Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir,
Syaura Salsabila, Muzakki
Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional
aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film
Who Am I?.



Posting Komentar