Andy Java: Wayang Golek Harus Jadi Gerakan Budaya dan Lingkungan
![]() |
| Gelaran wayang golek/Foto. Ist/akuratnews.id |
AKURATNEWS.ID, BOGOR - Peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh pada Sabtu, 7 November 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan bahwa wayang, khususnya wayang golek, bukan sekadar tontonan, melainkan warisan budaya yang harus dijaga bersama.
Pemerhati Lingkungan dan Budaya, Andy Java, menilai peringatan Hari Wayang Nasional tahun ini harus dimaknai lebih luas. Menurutnya, pelestarian wayang golek tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan dan memperkuat karakter budaya masyarakat.
“Wayang golek itu hidup dari alam. Kayu untuk membuat wayang berasal dari hutan, kelir dan panggung butuh ruang yang bersih dan nyaman. Kalau lingkungannya rusak, seninya juga ikut terancam. Maka menjaga budaya harus sejalan dengan menjaga lingkungan,” ujar Andy Java.
Andy Java menyoroti pentingnya menjaga kebersihan di setiap lokasi pertunjukan wayang golek. Ia menilai, banyak kegiatan budaya yang sukses secara acara, namun meninggalkan persoalan sampah.
“Jangan sampai kita mengaku cinta budaya, tapi setelah nonton wayang, sampah berserakan di mana-mana. Cinta budaya harus dibuktikan dengan cinta kebersihan,” tegasnya.
Ia mengajak penonton, panitia, dan pedagang di sekitar lokasi pertunjukan untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Menurutnya, plaza, alun-alun, dan kampung tempat wayang digelar harus kembali bersih setelah acara selesai, sebagai bentuk penghormatan kepada budaya itu sendiri.
Selain itu, Andy juga mendorong penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dalam pembuatan wayang golek, serta penanaman pohon sebagai bahan baku keberlanjutan bagi para perajin wayang.
“Pengrajin wayang butuh kayu. Kalau kita tidak menanam, suatu saat bahan bakunya habis. Menanam pohon hari ini adalah cara kita menyelamatkan wayang golek di masa depan,” katanya.
Dari sisi budaya, Andy Java menilai wayang golek adalah sekolah karakter bagi masyarakat Sunda. Lakon-lakon seperti Karna Tanding, yang dipentaskan dalam peringatan Hari Wayang Nasional di Kota Bogor, sarat pesan tentang kesetiaan, keberanian, pengorbanan, dan keteguhan memegang janji.
“Anak-anak sekarang banyak belajar dari gawai. Wayang golek mengajarkan nilai lewat cerita. Nilai itu yang membuat kita punya jati diri sebagai orang Sunda dan sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Bogor dan Kementerian Kebudayaan yang telah menggelar Pertunjukan Wayang Golek dan Wayang Kulit Dinasti Sunandar dengan lakon Karna Tanding di Plaza Balai Kota Bogor, Jumat (06/11/2026) malam, dalam rangka menyambut Hari Wayang Nasional 2026.
Menurutnya, panggung di pusat kota seperti itu sangat penting agar wayang golek tidak hanya hidup di sanggar dan kampung, tetapi juga hadir di ruang publik dan dikenal generasi muda.
Andy Java menegaskan, pelestarian wayang golek harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Ia mendorong tiga langkah utama. Pertama, regenerasi dalang dan sinden muda melalui pelatihan di sanggar dan sekolah. Kedua, memperbanyak panggung pertunjukan, tidak hanya saat peringatan hari besar, tetapi juga secara rutin di kampung, sekolah, dan acara warga. Ketiga, digitalisasi wayang golek melalui media sosial dan portal berita agar dikenal lebih luas.
“Wayang golek tidak akan mati kalau ada yang memainkan, ada yang menonton, dan ada yang mewariskan. Tiga-tiganya harus jalan bareng. Dalang muda harus dibina, penonton muda harus diajak, dan pemerintah harus memberi ruang,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh komunitas pecinta wayang golek, sanggar seni, dan pegiat budaya untuk bersinergi dengan pemerintah, sekolah, dan media.
“Harapan saya, wayang golek bisa masuk kurikulum muatan lokal, masuk ke sekolah, masuk ke kampung-kampung, agar anak-anak kita tumbuh dengan kebanggaan terhadap budayanya sendiri,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Andy Java berpesan agar peringatan Hari Wayang Nasional 2026 tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi titik awal gerakan bersama.
“Jaga wayang golek, jaga lingkungan, jaga budaya kita. Kalau budayanya kuat, lingkungannya bersih, masyarakatnya akan bermartabat,” tutup Andy.



Posting Komentar