Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang

 

Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang
Tim PKM Universitas Budi Luhur bersama dengan para peserta kegiatan dari unsur Kelurahan, RT/RW, dan pemangku terkait berfoto bersama pasca kegiatan/Foto. Redaksi/akuratnews.id

AKURATNEWS.ID, TANGERANG - Dalam rangka bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang tangguh, cerdas, dan berkelanjutan, Universitas Budi Luhur atau Budi Luhur University, melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026, dii wilayah Tangerang, Banten, Kamis (06/8/26).

Dalam kesempatan ini, Ketua Tim PKM Budi Luhur, Imelda menyampaikan, PKM Budi Luhur University melaksanakan implementasi Sistem Internet of Things (IoT) Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital dalam rangka peningkatkan ketahanan lingkungan dan nilai ekonomis masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang, Banten.

"Launching Sistem SIGAP BUMIKU Smart Ecosystem, merupakan inovasi yang mengintegrasikan IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital sebagai bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang tangguh, cerdas, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Lebih jauh, dia menyampaikan, kegiatan bersama Mahasiswa Budi Luhur University ini bukan sekadar seremoni peluncuran sebuah sistem. Yang mana, peluncuran ini juga menjadi simbol lahirnya harapan baru.

"Harapan bahwa teknologi tidak hanya berkembang di laboratorium atau ruang-ruang kampus, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan nyata, memberikan rasa aman, meningkatkan kualitas lingkungan, dan menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga," ungkapnya.

Lebih jauh, Imelda menyampaikan, sistem yang diluncurkan ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat Proklim Bumiku Satu. Kawasan ini memiliki tantangan berupa potensi banjir pada musim hujan dan kebutuhan pengelolaan sampah yang lebih modern, tertib, dan bernilai ekonomi.

"Oleh karena itu, kami menghadirkan sebuah ekosistem digital yang menghubungkan teknologi, data, dan partisipasi masyarakat dalam satu kesatuan," jelasnya.

Diakuinya, melalui sistem ini, masyarakat akan memperoleh informasi kondisi ketinggian air secara cepat sebagai bentuk peringatan dini terhadap potensi banjir. Di sisi lain, Bank Sampah Digital akan membantu pengelolaan sampah menjadi lebih tertata, transparan, terdokumentasi dengan baik, serta mampu meningkatkan nilai ekonomis sampah yang dihasilkan masyarakat. Harapannya, teknologi ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga.

"Namun kami percaya, secanggih apa pun teknologi yang dibangun, keberhasilannya tetap bergantung pada manusia yang menggunakannya. Teknologi hanyalah alat. Yang membuatnya hidup adalah semangat gotong royong, kepedulian, disiplin, dan komitmen seluruh masyarakat," tegas Imelda.

"Oleh sebab itu, kami berharap Launching SIGAP BUMIKU Smart Ecosystem, hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju lingkungan yang lebih aman dari risiko banjir, lebih bersih dari sampah, lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi, dan lebih sejahtera melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," lanjutnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Solehah, menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Budi Luhur atas inovasi yang telah dihadirkan melalui SIGAP BUMIKU Smart Ecosystem. Program ini merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan.

“Kami juga mengapresiasi semangat warga RW 01 Proklim Bumiku Satu yang terus berkomitmen menjaga lingkungan. Semoga sistem deteksi banjir dan Bank Sampah Digital ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Tangerang. Dinas Lingkungan Hidup siap mendukung upaya-upaya positif seperti ini. Semoga sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang
Sistem Internet of Things (IoT).


Menjadi Contoh

Imelda menyampaikan harapannya, bagaimana sustem yang digagasnya bersama dengan rekan-rekan di Kampus Budi Luhur University menjadi inovasi percontohan bagi wilayah lain.

"Semoga inovasi ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Tangerang, bahkan di Indonesia, bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mampu melahirkan solusi nyata bagi pembangunan masyarakat," tuturnya.

Kegiatan yang dilaksanakan ini tidak terlepas dari dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui BIMA (Basis Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), yang telah mempercayakan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 kepada tim Universitas Budi Luhur.

Imelda berharap, semangat gotong royong, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan ketahanan terhadap perubahan iklim telah menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.

"Kami yakin bahwa sistem yang diluncurkan hari ini akan tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, bukan hanya menjadi sebuah perangkat teknologi, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga RW 01," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW. 01 yang juga Ketua Proklim Bumiku Satu, Kelurahan Gaga, Opik Bahrudin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Universitas Budi Luhur dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya.

“Kami merasa bangga dan bersyukur karena RW 01 dipercaya menjadi tempat lahirnya inovasi SIGAP BUMIKU Smart Ecosystem. Insya Allah, kami siap menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkan sistem ini demi lingkungan yang lebih aman, bersih, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam penutupnya, Imelda mengatasnamakan tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas kepercayaan dan dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dan juga kepada Pemerintah Kelurahan Gaga, Dinas Lingkungan Hidup, pengurus Proklim Bumiku Satu, serta seluruh warga RW 01 yang telah menerima tim Pengabdian Masyarakat Universitas Budi Luhur dengan penuh kehangatan.

“Bagi kami, hari ini bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari sebuah komitmen bersama. Kami berharap SIGAP BUMIKU Smart Ecosystem dapat terus dimanfaatkan, dirawat, dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” imbuhnya.

“Semoga kolaborasi yang telah terjalin ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat di masa mendatang,” pungkas Imelda.

Sebagai informasi, lahir dari kebutuhan nyata masyarakat Proklim Bumiku Satu. Kawasan ini memiliki tantangan berupa potensi banjir pada musim hujan dan kebutuhan pengelolaan sampah yang lebih modern, tertib, dan bernilai ekonomi, yang akhirnya tercetus untuk menghadirkan ekosistem digital yang menghubungkan teknologi, data dan partisipasi masyarakat dalam satu kesatuan.

Melalui sistem ini, masyarakat akan memperoleh informasi kondisi ketinggian air secara cepat sebagai bentuk peringatan dini terhadap potensi banjir dan juga sistem Bank Sampah Digital akan membantu pengelolaan sampah menjadi lebih tertata, transparan, terdokumentasi dengan baik, serta mampu meningkatkan nilai ekonomis sampah yang dihasilkan masyarakat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang
  • Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang
  • Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang
  • Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang
  • Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang
  • Implementasi IoT Pendeteksi Banjir dan Bank Sampah Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Lingkungan dan Nilai Ekonomis Masyarakat pada Proklim Bumiku di Kota Tangerang

Posting Komentar