LLDikti Wilayah III Gelar Pemutakhiran Pola Pembinaan SPMI Perguruan Tinggi

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Dr. Henri Tambunan.
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Dalam rangka mendukung
penyelenggaraan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang lebih efektif,
adaptif, dan berkelanjutan di perguruan tinggi, LLDikti Wilayah III
menyelenggarakan kegiatan Pemutakhiran Pola Pembinaan SPMI di Universitas Dian
Nusantara pada Selasa, 9 Juni 2026. Lebih dari 100 perwakilan perguruan tinggi
hadir secara luring serta lebih dari 150 perwakilan perguruan tinggi lainnya
yang hadir secara daring.
Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah III berupaya
menyelaraskan pola pembinaan SPMI dengan arah kebijakan yang berlaku, sehingga
sistem penjaminan mutu tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar, tetapi juga
mampu mendorong peningkatan kualitas dan kontribusi perguruan tinggi bagi
masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat
sinergi antara LLDikti, perguruan tinggi, dan para pembina mutu dalam
mewujudkan ekosistem penjaminan mutu yang lebih efektif, responsif, dan
berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Para peserta menghadiri kegiatan ini dengan antusias untuk
mempelajari berbagai pembaruan kebijakan, strategi, dan pendekatan pembinaan
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi
peserta untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta mendiskusikan tantangan
yang dihadapi dalam implementasi penjaminan mutu di perguruan tinggi.
Melalui diskusi dan pemaparan materi dari narasumber,
peserta diharapkan mampu mengimplementasikan SPMI secara lebih efektif guna
mendorong peningkatan mutu yang berkelanjutan dan berdampak.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Dian Nusantara, Prof.
Dr. H. Suharyadi, menyampaikan bahwa penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal
(SPMI) merupakan bagian penting dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan
di perguruan tinggi. Ia juga mengapresiasi upaya LLDikti Wilayah III dalam
memfasilitasi forum pembelajaran dan berbagi praktik baik antar perguruan
tinggi.
"Universitas Dian Nusantara merupakan salah satu dari
10 perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III yang masuk dalam Tipologi
1 pada pemetaan Tipologi SPMI Semester 2 Tahun 2025 lalu. Kami berharap
pengalaman dan komitmen yang telah dibangun dapat menginspirasi kita semua untuk
terus memperkuat komitmen menuju budaya mutu yang berkelanjutan," ujarnya,
dalam keterangan.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Dr.
Henri Tambunan, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kegiatan ini
dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan mutu perguruan tinggi.
"Kami berharap pemutakhiran pola pembinaan ini dapat memperkuat
implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi,
meningkatkan kesiapan dalam menghadapi akreditasi, serta mendukung terwujudnya
tata kelola perguruan tinggi yang baik, akuntabel, unggul, relevan, dan
memberikan dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.
SPMI yang berjalan secara efektif tidak hanya menjadi
instrumen pemenuhan standar mutu, tetapi juga menjadi fondasi bagi perguruan
tinggi dalam mewujudkan perbaikan berkelanjutan dan menghasilkan kontribusi
yang lebih besar bagi pembangunan bangsa.
Kegiatan bimbingan teknis ini menghadirkan dua narasumber
inspiratif, yaitu Dr. Magdalena Surjaningsih Halim, dan Dr. Ir. Desiana
Vidayanti. Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemaparan mengenai
Diferensiasi Misi Perguruan Tinggi dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya
penyelarasan sistem penjaminan mutu dengan karakteristik, visi, dan misi
masing-masing perguruan tinggi agar implementasi SPMI dapat berjalan lebih efektif
dan berdampak. Sesi ini juga dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab yang
memberikan ruang bagi peserta untuk mendalami berbagai tantangan dan praktik
baik dalam pelaksanaan SPMI.
Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti simulasi penggunaan
sistem https://dashboard-lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/login yang dipandu oleh
Tim Kerja Penjaminan Mutu bersama Kepala Penjaminan Mutu Universitas Dian
Nusantara, serta Dr. Ir. Desiana Vidayanti selaku narasumber dan tim
fasilitator wilayah.
Materi yang disampaikan meliputi pengantar sistem, simulasi
dan contoh pengisian Laporan Implementasi Diri, hingga simulasi penilaian
laporan implementasi oleh fasilitator wilayah. Melalui sesi praktik ini,
peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme
pelaporan dan evaluasi implementasi SPMI sebagai bagian dari upaya peningkatan
mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah III berharap perguruan
tinggi semakin mampu mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
secara efektif dan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan kualitas
pendidikan tinggi. Penguatan budaya mutu yang konsisten diharapkan tidak hanya
mendukung pencapaian standar dan akreditasi, tetapi juga mendorong lahirnya
inovasi, tata kelola yang unggul, serta layanan pendidikan yang relevan dengan
kebutuhan masyarakat.
Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, implementasi
SPMI yang kuat diharapkan dapat menghasilkan perguruan tinggi yang mampu
memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dan berdampak.
Posting Komentar