Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta, Nonton Bareng Film The Hostage's Hero

 

Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta Nonton Bareng Film The Hostage's Hero
Ikatan Alumni SMPN 85/Foto. Ist/akuratnews.id


AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Ikatan Alumni SMPN 85 Jakarta menggelar acara nonton bareng (nobar) film The Hostage's Hero, Jumat, tanggal 3 April 2026, di XXI Pondok Indah Mall 2, Jakarta, diikuti oleh 128 peserta dari berbagai angkatan alumni SMPN 85 Jakarta.

Ketua Ikatan Alumni SMPN 85 Jakarta (Ikadelima) Abdul Rahman Mandole, menyampaikan pesan kepada seluruh rekan-rekan Alumni yang hadir bahwa kegiatan nobar ini menjadi wujud kekompakan dan kebersamaan para Alumni SMPN 85 Jakarta.

“Termasuk film yang menginsipirasi, penuh pembelajaran dan hiburan untuk Masyarakat Indonesia, film tentang aksi patriotik TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan cinta kepada Tanah Air Indonesia, yang saat ini kami juga bangga kepada Bapak Muhammad Ali - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang merupakan Alumni SMPN 85 Jakarta angkatan tahun 1982," ungkap Abdul Rahman.

Sementara itu, dalam Gala Premiere KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan, terkait keberhasilan TNI Angkatan Laut yang diangkat dalam film ini dalam membebaskan pembajakan di atas Kapal, harus dibuka karena penting untuk menjadi inspirasi pembelajaran.

"Mungkin Bapak dan Ibu semua baru dengar dimana ada MT Pematang yang dibebaskan oleh Angkatan Laut, ini harus kita buka dan blow up sejarah ini, karena ini penting keberhasilan TNI Angkatan Laut, tidak banyak Angkatan Laut bisa membebaskan pembajakan di atas kapal, sedangkan MT Pematang ini berhasil dibebaskan sangat sempurna,  ini harus kita buka dan kita blow up karena ini penting, karena ini keberhasilan TNI Angkatan Laut, film ini bisa selain menjadi inspirasi, pembelajaran, juga menghibur Bapak dan Ibu semua," ujar KSAL Muhamad Ali.

Penjelasan ini merefleksikan, pernyataan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali tersebut merupakan sebuah penegasan penting mengenai kebanggaan nasional dan rekam jejak profesionalisme TNI AL yang selama ini mungkin jarang tersorot oleh publik luas.

Berikut adalah beberapa poin penting mengapa peristiwa pembebasan MT Pematang ini menjadi krusial untuk "di-blow up" melalui media film:

1. Diplomasi dan Kekuatan Militer di Laut.

Pembebasan kapal yang dibajak bukan sekadar operasi penyelamatan biasa. Ini adalah unjuk kekuatan (show of force) yang membuktikan bahwa:

  • Kedaulatan Maritim: TNI AL memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan jalur perdagangan internasional.
  • Profesionalisme Tinggi: Tidak semua angkatan laut di dunia memiliki unit khusus dengan taktik yang mampu menyelesaikan pembajakan secara "sempurna" (tanpa korban jiwa di sisi sandera atau kerugian besar pada aset).

2. Melawan Lupa melalui Sejarah Visual

Sejarah seringkali terkubur jika tidak didokumentasikan dengan menarik. Dengan mengangkat kisah nyata MT Pematang ke layar lebar:

  • Pembelajaran: Menjadi studi kasus bagi prajurit muda mengenai taktik operasional.
  • Inspirasi: Menumbuhkan jiwa patriotisme bagi masyarakat umum, terutama generasi muda, untuk mencintai dunia maritim.
  • Hiburan Berbobot: Mengubah fakta sejarah yang kaku menjadi narasi yang dramatis dan emosional bagi penonton.

3. "The Silent Killer" yang Kini Berbicara

Selama ini, banyak operasi TNI AL bersifat silent operations. Pernyataan KSAL mengisyaratkan bahwa sudah saatnya keberhasilan tersebut dibuka ke publik agar masyarakat tahu bahwa mereka memiliki angkatan laut yang tangguh dan disegani di kancah global.

Film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan akhir pekan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik ketenangan laut kita, ada prajurit yang siap bertaruh nyawa demi keamanan merah putih.

Film aksi Indonesia The Hostage's Hero yang tayang sejak 2 April 2026, ini dibintangi oleh Donny Alamsyah sebagai pemeran utama (Letkol Taufiq), didampingi Rifky Balweel, Yama Carlos, Aditya Herpavi, dan Choky Sitohang. Film ini diangkat dari kisah nyata aksi heroik TNI AL membebaskan sandera di Selat Malaka tahun 2004, disutradarai oleh Revo S. Ruriut.

"Setelah menonton film ini, ternyata film Indonesia layak dan sejajar dengan film barat, serat akan inspirasi dengan teknik perfilman yang membanggakan, jadi Masyarakat Indonesia juga wajib nonton film ini sebagai bagian sejarah untuk dikenang anak cucu kita, sekaligus hiburan yang seru," ungkap Didin Yuniardi - Alumni SMPN 85 Jakarta angkatan 1981.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta, Nonton Bareng Film The Hostage's Hero
  • Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta, Nonton Bareng Film The Hostage's Hero
  • Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta, Nonton Bareng Film The Hostage's Hero
  • Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta, Nonton Bareng Film The Hostage's Hero
  • Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta, Nonton Bareng Film The Hostage's Hero
  • Sebanyak 128 Ikadelima SMPN 85 Jakarta, Nonton Bareng Film The Hostage's Hero

Posting Komentar