Notification

×

Iklan

Iklan

PT Perikanan Indonesia Ekspor ke Vietnam Perluas Pangsa Pasar Baru

Sabtu, 01 Juni 2024 | 15:09 WIB Last Updated 2024-06-01T08:09:29Z

Proses Ekspor Ikan ke pasar Vietnam/ID FOOD/akuratnews.id


AKURATNEWS.ID, JAKARTA—PT Perikanan Indonesia, anggota ID FOOD, berkomitmen untuk terus berupaya memasarkan produk perikanan ke pasar internasional dengan memasuki ceruk pasar baru pada tahun 2024.

 

Perusahaan pelat merah perikanan ini menggenjot ekspor komoditas gurita ke negara tujuan ekspor baru yakni Vietnam. Ini merupakan ekspor pertama PT Perikanan Indonesia ke Negeri Naga Biru dimana perusahaan tersebut biasa rutin memasok produk perikanan ke Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Tiongkok, Filipina, dan Singapura.

 

Ekspor ini merupakan tindak lanjut dari acara Meet Indonesia di Vietnam yang dihadiri oleh Direktur Utama PT Perikanan Indonesia. Acara ini merupakan wadah bagi Indonesia dan Vietnam untuk memperkuat kerja sama dalam mengembangkan rantai pasok regional dan menghasilkan produk bernilai tinggi, khususnya di sektor perikanan.

 

Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan perseroan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk perikanan dan terus mendukung inklusivitas nelayan.

 

“PT Perikanan Indonesia siap menjadi pemain kunci bisnis perikanan antara Indonesia dan Vietnam dalam menjajaki ceruk pasar baru melalui ekspor gurita perdana ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/5/2024).

 

Selain Vietnam, PT Perikanan Indonesia juga memasok gurita ke Jepang pada periode Januari hingga Mei 2024. Sedangkan gurita sebanyak 75,3 ton diekspor ke Vietnam dan Jepang.

 

“Komoditas gurita ini merupakan produk unggulan PT Perikanan Indonesia yang telah lolos studi kelayakan terbaik,” tambah Sigit.

 

Sigit mengatakan, gurita Cyanea Grey yang diekspor ke Vietnam dan Jepang diproduksi di cabang Simeulue, Aceh.

 

Cabang Simeulue telah menjadi pemasok tetap gurita ke Negeri Sakura sejak tahun 2021. Sementara itu, akan mulai memasuki pasar Vietnam pada tahun 2024. PT Perikanan Indonesia menyerap gurita hasil tangkapan nelayan lokal Simeulue untuk dijadikan komoditas siap ekspor.

 

Mitra nelayan PT Perikanan Indonesia di Simeulue menerapkan One Day Fishing. Artinya nelayan yang berangkat pada pagi hari akan membawa hasil tangkapan guritanya pada sore hari, sehingga mempengaruhi kualitas gurita yang baik.

 

Selain ekspor gurita, PT Perikanan Indonesia juga mengekspor komoditas Tuna Loin ke Singapura. Produk Tuna Loin diproduksi oleh PT PT Perikanan Indonesia Cabang Bitung, Sulawesi Utara. Ekspor ini dilakukan untuk memasok perusahaan makanan asal Singapura yaitu Kida Food Trading.

 

Loin Tuna merupakan ikan tuna yang telah melalui proses pembekuan, pencucian, pemotongan kepala, pemangkasan dan pembuangan kulit dan kepalanya.