Notification

×

Iklan

Iklan

Anas Ungkap Pemimpin Ideal

Kamis, 28 September 2023 | 23:21 WIB Last Updated 2023-09-28T16:24:08Z

 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Anas Urbaningrum/foto: akuratnews.id

AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Indonesia sebagai Negara besar yang sedang bergerak menjadi Negara maju memerlukan pemimpin yang dapat membawa bangsa yang penuh kemajemukan ini. Tak dapat dipungkiri, pemimpin ideal sebagai penerus cita-cita perjuangan di era ini menjadi dambaan di tengah isu politik yang terus memanas dan mencuat ke permukaan.

 

Terkait dengan pemimpin ideal untuk Presiden 2024-2029, Ketua Partai Kebangkinan Nasional Anas Urbaningrum mengungkapkan, bahwa di bumi ini tidak ada pemimpin yang ideal.

 

“Di bumi nggak ada yang ideal. Yang ideal itu kriteria, Yang cakap secara intelektual, cakap secara teknikal, punya kedalaman spiritual kebangsaan ya dan kemudian mampu mendeteksi, Apa yang dipikirkan, yang diharapkan rakyat menjadi realitas,” ungkapnya dalam diskusi kebangsaan di Café Paloris di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (27/9).

 

Lebih jauh dia menyampaikan, bagaimana pemimpin itu memiliki kepekaan, bukan hanya sekedar menjalani sebuah aturan yang ada.

 

“Mereka yang betul-betul merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat, sederhananya seperti itu. Tapi yang ideal menurut saya, contoh yang ideal seperti saudara Moti ini. Punya kecakapan intelektual, keberanian, punya keberanian politik yang hebat kemudian punya keterampilan-keterampilan sosial yang tinggi,” ungkapnya menyebut narasumber lain yang juga menjadi pembicara dalam diskusi.

 

Dalam kesempatan ini juga, narasumber lain yang disebut oleh Anas, Haris Rusly Moti Aktivis 98 mengatakan, pemimpin ideal adalah orang yang mengutamakan nilai-nilai.

 

“Setelah reformasi ada pergeseran sistem. Sistem yang awalnya menjunjung nilai-nilai, bergeser kepada sistem yang diukur dengan harga. Wani piro, berapa nilai harganya. Orang sudah tidak lagi melihat dari kapasitasnya, karakternya, tetapi yang dilihat berapa yang dikasih,” ujarnya.

 

Dia menegaskan memang agak sulit bagaimana saat ini menemukan pemimpin yang penuh dengan nilai-nilai kebangsaan.

 

“Agak sulit menemukan pemimpin yang tidak meninggalkan system yang penuh nilai-nilai,” katanya.