Soal Beras Melimpah, Zulfikar Suhardi Berharap Masyarakat Tidak Kesusahan Membeli

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Parta Demokrat, Zulfikar Suhardi/Foto. ChatGPT/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi
Partai Demokrat, Zulfikar Suhardi, memberikan apresiasinya atas capaian
pemerintah di sektor pangan usai cadangan beras atau CBP di gudang Bulog
mencapai rekor baru yakni 5,37 juta ton.
Apresiasi itu disampaikan Zulfikar Suhardi dalam Rapat Kerja
Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan
Perum Bulog di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
“Pertama tentu kita apresiasi capaian pemerintah dengan stok
beras begitu melimpah 5 juta (5,37 juta) ton lebih,” ujar Zulfikar Suhardi.
“Namun seperti yang disampaikan teman-teman anggota terkait kondisi gedung menjadi point penting
untuk dicarikan solusi,” pesan Zulfikar Suhardi.
Meski demikian, Zulfikar Suhardi, tetap memberikan catatan
soal besaran biaya pemeliharaan dari
stok beras yang dimiliki pemerintah di gudang Bulog.
Politikus muda Partai Demokrat ini mendorong pemerintah
dapat tetap menghitung besaran biaya pemeliharaan beras yang ada di gudang
Bulog.
“Dari sekian banyak beras yang dimiliki oleh pemerintah
kira-kira berapa besaran biaya pemeliharaan beras itu. Karena tentunya harus
kita hitung,” jelas Zulfikar Suhardi.
Zulfikar Suhardi menyarankan, apabila biaya pemeliharaan di
gudang Bulog membebani negara maka sebaiknya pemerintah dapat mempertimbangkan
untuk mengeluarkan ke pasaran.
Zulfikar Suhardi memandang, langkah tersebut diperlukan dan
jauh lebih bermanfaat di tengah kenaikan harga beras di sejumlah daerah saat
ini.
“Kalau memang membebani negara kenapa stok beras tidak
dikeluarkan karena itu bisa mengurangi tingginya harga beras di pasar,” jelas
Zulfikar Suhardi.
Dengan demikian, Ketua DPD HIPMI Sulawesi Barat (Sulbar)
berharap, besaran stok beras yang dimiliki pemerintah saat ini harus dapat
dirasakan oleh masyarakat di bawah.
Jangan sampai, tegas dia, masyarakat kesusahan membeli beras
padahal stok yang dimiliki oleh pemerintah saat ini sangat melimpah.
“Karena kita tidak mau
(stok) angkanya besar, capaian tinggi tapi masyarakatnya masih kesusahan
membeli beras di pasar,” pungkasnya.
Diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok
cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang Bulog mencapai rekor baru.
Saat ini stok CBP sudah tembus 5,37 juta ton per 18 Mei 2026.
"Adapun stok cadangan beras pemerintah sampai 18 Mei
mencapai 5,37 juta ton. Yang merupakan capaian tertinggi sepanjang
sejarah," ungkap Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional/National Food
Agency (NFA) Sarwo Edi saat rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (19/5/2026).
Posting Komentar