Pemkot Jaktim Pulihkan Hak 374 Lulusan Sekolah Swasta
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Sebanyak 374 lulusan sekolah swasta
di Jakarta Timur akhirnya dapat menerima ijazah mereka setelah sebelumnya
tertahan akibat kendala ekonomi keluarga. Penyerahan ijazah tersebut merupakan
bagian dari Program Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 yang dilaksanakan
melalui kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, BAZNAS BAZIS
Jakarta Timur, serta Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II.
Penyerahan ijazah dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota
Administrasi Jakarta Timur, Munjirin. Program ini ditujukan untuk membantu para
lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi belum dapat mengambil
ijazah karena terkendala pelunasan biaya administrasi sekolah.
Dari total 374 ijazah yang berhasil ditebus, sebanyak 295
ijazah berasal dari wilayah Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah I,
sedangkan 88 ijazah lainnya berasal dari Wilayah II.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin,
mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BAZNAS BAZIS, serta
jajaran Suku Dinas Pendidikan yang telah berkontribusi dalam merealisasikan
program tersebut.
“Alhamdulillah, sebanyak 374 ijazah yang selama ini tertahan
di pihak sekolah swasta telah diserahkan. Saya berharap ijazah yang kini sudah
dipegang oleh anak-anak yang berhak dapat dipergunakan dengan baik. Harapan
kita bersama, ijazah ini bisa menjadi jalan untuk mengubah nasib mereka agar
dapat bekerja dan merawat keluarganya,” ujar Munjirin.
Ia juga mengingatkan para penerima agar menjaga ijazah
dengan baik mengingat dokumen tersebut merupakan salah satu persyaratan penting
untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan.
“Dirawat dan dijaga dengan baik, jangan sampai hilang atau
rusak karena mengurus salinannya kembali memerlukan energi tersendiri,”
pesannya.
Sementara itu, Koordinator BAZNAS BAZIS Jakarta Timur, Eka
Nafisah, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut pihaknya
mengalokasikan anggaran sekitar Rp680.432.500. Selain memberikan dukungan
pembiayaan, BAZNAS BAZIS juga melakukan negosiasi dengan pihak sekolah swasta
untuk meringankan besaran tunggakan administrasi yang harus dilunasi.
Melalui kesepakatan dengan pihak sekolah, biaya yang semula
berkisar Rp5 juta hingga Rp14 juta per ijazah berhasil ditekan menjadi
rata-rata Rp1 juta hingga Rp2 juta. Langkah tersebut dilakukan agar semakin
banyak lulusan yang dapat memperoleh kembali hak atas ijazah mereka.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah I, M.
Fahmi, menegaskan bahwa program pemutihan ijazah merupakan bentuk kepedulian
sekaligus upaya mengembalikan hak para lulusan yang selama ini belum dapat
mengambil ijazah dari sekolah swasta.
“Semangat dari program ini adalah mengembalikan ijazah yang
tertahan di sekolah swasta kepada yang berhak. Sampai saat ini, lembar ijazah
fisik masih menjadi salah satu persyaratan administrasi untuk bekerja di
berbagai perusahaan. Program ini adalah tiket bagi mereka untuk melangkah ke
dunia kerja,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Suku Dinas Pendidikan
Jakarta Timur Wilayah II, Horale Tua Simanullang, menyampaikan bahwa jumlah
ijazah yang tertahan di wilayahnya terus mengalami penurunan. Pada pelaksanaan
tahap kedua ini, sebanyak 88 ijazah berhasil diserahkan kepada para lulusan.
“Kami berharap pemutihan ini mempermudah anak-anak kita,
baik untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Manfaat program tersebut turut dirasakan langsung oleh para
penerima. Salah satunya Trivena Margareta, lulusan SMK PGRI 39 Jakarta tahun
2025, yang sebelumnya belum dapat mengambil ijazah karena keterbatasan
kemampuan ekonomi untuk melunasi biaya administrasi sekolah.
“Senang banget, program ini sangat membantu. Ijazah ini
rencananya mau saya gunakan untuk melamar dan melanjutkan kerja ke tempat yang
lebih baik,” tuturnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta
Timur bersama BAZNAS BAZIS dan jajaran pendidikan berharap semakin banyak
lulusan yang memperoleh kembali ijazahnya. Kolaborasi lintas instansi tersebut
sekaligus menjadi wujud komitmen dalam mendukung pemerataan akses pendidikan,
mengurangi beban ekonomi masyarakat, serta membuka kesempatan lebih luas bagi para
lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi.



Posting Komentar