Mulyadi Desak Pengawasan Ketat Pembangunan Wisata di Puncak Bogor untuk Antisipasi Bencana

Ilustrasi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Barat, Mulyadi, sedang melakukan pengawasan pembangunan kawasan wisata puncak/Foto. Ist/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Daerah
Pemilihan (Dapil) V Jawa Barat, Mulyadi, meminta pemerintah memperketat pengawasan
terhadap pembangunan destinasi wisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi bencana
hidrometeorologi seiring memasuki musim penghujan.
Mulyadi secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Bogor
bersama kementerian dan lembaga terkait meningkatkan pengawasan terhadap
pembangunan, terutama proyek-proyek komersial yang berpotensi mengubah fungsi
lahan.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang tidak memperhatikan
aspek lingkungan dan tata ruang dapat meningkatkan risiko bencana, mulai dari
banjir bandang, tanah longsor, pergeseran tanah hingga angin kencang.
Sebagai contoh, Mulyadi menyinggung bencana banjir bandang
yang melanda kawasan Puncak pada 3 Maret 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan
tujuh jembatan ambruk dan satu orang meninggal dunia.
Menurutnya, alih fungsi lahan serta pembangunan objek wisata
yang tidak didasarkan pada kajian lingkungan dan ketentuan perizinan harus
menjadi perhatian serius pemerintah.
“Saat ini, kita memasuki musim penghujan dan BMKG
memprediksi ada potensi bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, saya
mengingatkan agar pembangunan destinasi wisata di Kawasan Puncak tetap diawasi
secara ketat dan tidak melanggar rencana tata ruang wilayah (RTRW),” ujar
Mulyadi, Kamis, 5 November 2026.
Harus Ikut Mitigasi Bencana
Selain meminta pemerintah memperketat pengawasan, Mulyadi
juga mengajak para pengelola destinasi wisata di kawasan Puncak untuk berperan
aktif dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana.
Mantan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat tersebut
menilai, tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi
bencana tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga harus melibatkan
para pelaku usaha pariwisata.
Ia mendorong pengelola wisata untuk bergotong royong bersama
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor serta Forum
Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Mulyadi menjelaskan, selama ini kegiatan mitigasi bencana di
wilayah tersebut lebih banyak digerakkan oleh unsur Forkopimda dan Forkopimcam.
Karena itu, keterlibatan pengelola wisata dinilai penting untuk memperkuat
kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
“Selama ini, Forkopimda dan Forkopimcam yang bergerak dalam
mitigasi bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, sejak awal pembangunan
destinasi wisata harus sesuai kajian analisis dampak lingkungan maupun
kajian-kajian lainnya yang menjadi syarat perizinan,” tegas Ketua DPD Partai
Gerindra Jawa Barat ini.
Ia berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kepedulian
terhadap keselamatan lingkungan di kawasan Puncak. Pengawasan pembangunan,
pencegahan alih fungsi lahan, serta kepatuhan terhadap aturan tata ruang harus
menjadi prioritas.
Menurut Mulyadi, langkah tersebut bukan hanya untuk menjaga
keberlangsungan sektor pariwisata, tetapi juga melindungi masyarakat dan
lingkungan dari ancaman bencana, khususnya selama musim penghujan.


Posting Komentar