Masyarakat Sukoharjo Sambut Baik Dibukanya Rumah Paritrana
Peresmian Rumah Paritrana di Keluarahan Ganyam, Sukoharjo, Jawa Tengah/Foto. Ist/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, SUKOHARJO - Rumah Paritrana akhirnya resmi
dibuka dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan
terapi Kesehatan, baik dari sisi teknis tradisional, maupun racikan jamu yang
bahan bakunya berasal dari nusantara. Peresmian Rumah Paritrana yang berada di Sukoharjo,
tepatnya di RT. 01 RW. 10, Kelurahan Ganyam, Sukoharjo, Jawa Tengah ini, disambut
antusias oleh masyarakat sekitar dengan melakukan terapi pijat, hingga sauna
rempah, Senin (28/9/26).
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Ikatan Paritrana Indonesia
(IPI) sekaligus penangung jawab dari Rumah Paritrana, Bagus Hartawan S.Pd, dia
menyampaikan dalam sambutannya, bahwa Rumah Paritrana dibangun dari Organisasi
IPI, dalam rangka untuk menciptakan wisata kebugaran yang bermanfaat bagi
masyarakat secara keseluruhan melalui resep-resep warisan nusantara.
“Rumah Paritrana dibangun dalam rangka mengusung gaya hidup
sehat, yang bertujuan sebagai ajang wisata nusantara yang tentunya diharapkan
akan bermanfaat untuk masyarakat secara kesehatan jasmani dan rohani dengan
penanganan secara tradisional,” ungkapnya, Senin (28/9/26).
“Kita menggunakan ramauan-ramuan tradisional warisan
leluhur Nusantara. Jadi dengan didirikannya Rumah Paritrana ini, semoga bisa
menjadi kebermanfaatan bagi masyarakat secara pengobatan tradisional dengan
resep-resep warisan dari nusantara. Di sini nanti kita juga buka cafe jamu,
dengan menu resep-resep dari warisan nusantara yang dilengkapi dengan terapis-terapis
yang sudah berpengalaman, sekaligus layanan sauna dengan rempah yang berfungsi
sebagai detoksifikasi,” lanjutnya.
Ki-Ka: Sekjend IPI Isshi, Dandim Sukoharjo Letkol Reza, Ketum IPI Bagus.
Peresmian pembukaan Rumah Paritrana di Sukoharjo ini juga
turut dihadiri oleh Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza
Sahputra, S.E., yang mana dirinya hadir bukan hanya sekedar memberikan
dukungannya, namun Dandim Reza juga turut menikmati munuman racikan dari rempah
yang salah satunya menjadi menu minuman Kesehatan yang ada di Café Yuge-Yuge
Rumah Paritrana.
Dandim Reza menyampaikan, dengan dibukanya Rumah Paritrana
yang ada di Kelurahan Gayam, Sukoharjo ini, dirinya menyambut baik berdirinya
Rumah Paritrana di wilayah kerjanya, yang menjadi tempat pengobatan secara
alternatif bagi masyarakat di Sukoharjo.
“Kita telah membuka Rumah Paritrana. Saya selaku Dandim
Sukoharjo menyambut baik Rumah Paritrana ini, di mana menjadi tempat pengobatan
bagi masyarakat di Sukoharjo. Pengobatannya secara alternatif jamu, sehingga
proses penyembuhan itu dari tubuh,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini juga, Dandim Sukoharjo, menyampaikan
ucapan selamat atas didirikannya Rumah Paritrana, dengan harapan bisa menjadi
manfaat masyarakat banyak.
“Saya mengucapkan selamat atas dibukanya Rumah Paritrana ini
di kawasan Sukoharjo, semoga masyarakat bisa berobat atau menikmati tempat ini sebagai
sarana penyembuhan ataupun pengobatan bagi yang membutuhkan,” ujar Dandim Reza.
Sementara itu, Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre
Sudirman Guppi (UNDARIS) Dr. Drs. H. Hono Sejati, S.H., M.Hum., yang turut
hadir dalam peresmian Rumah Paritrana ini menyampaikan, tentunya adanya IPI
membuka Rumah Kesehatan ini menjadi satu
alternatif yang sangat bagus dalam konteks entrepreneur yang mempunyai inovasi
terobosan dan adaptif.
“Artinya apa, adaptif itu di tengah-tengah masyarakat yang
serba membutuhkan tentang kesehatan, tetapi IPI hadir memenuhi kearifan lokal. Kearifan
lokal adalah pengobatan non medis yang sangat diperlukan, sangat dibutuhkan,
bahkan saat ini negara-negara maju seperti Cina pun kembali kepada kearifan local.
Back to basic nenek moyang,” ujarnya.
Lebih jauh dia menyampaikan, kearifan lokal sangat butuh
dukungan, baik regulasi, undang-undang, yang mana undang-undang ini adalah tugas
dari para legislatif.
“Perlu adanya audiensi IPI dengan anggota dewan, bagaimana
untuk IPI ini bisa berkembang dari adanya dukungan dari legislatif juga
termasuk eksekutif itu sangat diperlukan, maka diperbanyak sosialisasi, diperbanyak
silaturahmi, terkait dengan apa yang dikerjakan,” pungkasnya.
Posting Komentar