Komisi XII DPR RI Syafruddin, Menilai Atensi Presiden Buktikan Keseriusan Negara
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI,
Syafruddin, menilai atensi Presiden RI Prabowo Subianto meminta persoalan
listrik padam di sejumlah wilayah Kalimantan segera teratasi secepatnya
membuktikan keseriusan negara dan pemerintah untuk memberikan perhatian tentang
pelayanan dasar rakyatnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB asal Kalimantan
Timur (Kaltim) ini menuturkan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh negara dalam
hal ini pemerintah.
“Atensi pak presiden terhadap maraknya pemadaman listrik
bergilir menunjukkan negara dan
pemerintah serius memberikan perhatian tentang pelayanan dasarnya rakyat.
Karena listrik adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh negara,” kata
Syafruddin, Rabu, 5 Agustus 2026.
Lebih jauh, Syafruddin menegaskan, bahwa menyalakan listrik
selaras dengan mematuk cahaya harapan. Apabila listrik mati, kata dia, maka
serupa dengan mematikan harapan rakyat Indonesia terutama generasi muda penerus
bangsa.
“Menyalakan listrik sama dengan menyalakan harapan, listrik
mati sama dengan mematikan harapan rakyat terutama generasi muda,” jelas dia.
Syafruddin memastikan, pihaknya akan terus mengawasi Perusahaan Listrik Negara atau PLN untuk
melakukan langkah-langkah mitigasi mencegah terus berulangnya pemadaman. Untuk di daerah pemilihannya atau
dapil Kaltim, kata dia, masalah pemadaman bergilir sejatinya telah teratasi.
“Di Kaltim itu pemadaman bergilirnya itu hanya karena faktor
servis berkala terhadap mesin atau pembangkit, bukan berarti di Kalimantan
Timur itu karena faktor eh suplai batubara. Bukan, tapi ini eh betul-betul
murni karena kerusakan mesin yang memang harus diservis secara berkala,” jelas
dia.
“Nah, inilah yang menjadi langkah dan upaya PLN untuk
menghentikan atau meniadakan pemadaman bergilir di khusus Kalimantan Timur,”
sambung dia.
Sementara untuk di Kalteng dan Kalsel, tegas dia,
permasalahan pemadaman terjadi serupa yakni hanya urusan servis berkala.
Pembangkit di daerah tersebut, lanjut dia, memang sudah memakan usia dan belum
mendapatkan servis.
“Karena memang sudah tua dan sudah lama belum diservis
pembangkit kita. Nah, artinya saya akan terus mengawasi agar PLN melakukan
langkah-langkah mitigasi terhadap hal seperti ini,” tandas dia.

Posting Komentar