Kebutuhan Air Tawar KRI di DTU Riau Dapat Jaminan Memadai

Revitalisasi
Sistem Air Tawar Kampung Jago ke Fasharkan Mentigi Tahun Anggaran 2026 di
Tanjung Uban.
AKURATNEWS.ID, TANJUNG UBAN – Kebutuhan air tawar bagi Kapal Perang
Republik Indonesia (KRI) yang bersandar di Dermaga Tanjung Uban, Kepulauan
Riau, kini mendapat jaminan pasokan yang lebih memadai. Hal tersebut terungkap
saat peninjauan pekerjaan Revitalisasi Sistem Air Tawar Kampung Jago ke
Fasharkan Mentigi Tahun Anggaran 2026 di Tanjung Uban, Kamis (18/6/2026)
Selama ini, keterbatasan pasokan air bersih menjadi salah
satu tantangan dalam mendukung operasional KRI yang bertugas di wilayah
strategis Kepulauan Riau dan Perairan Natuna. Armada TNI AL yang menjalankan
misi pengamanan di perbatasan utara Indonesia membutuhkan dukungan logistik
yang memadai, termasuk ketersediaan air tawar.
Melalui revitalisasi tersebut, fasilitas produksi air bersih
di Kampung Jago kini memiliki kapasitas sekitar 12 meter kubik per jam.
Kapasitas tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air baku bagi KRI
yang bersandar di Dermaga Tanjung Uban.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV,
Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, yang meninjau langsung proyek tersebut
menegaskan pentingnya keberadaan fasilitas air bersih dalam mendukung kesiapan
operasional unsur-unsur TNI AL di wilayah perbatasan.
“Pelaksanaan revitalisasi sistem air bersih ini menjamin
ketersediaan pasokan untuk mendukung operasi yang bersifat strategis di wilayah
perbatasan. Dengan logistik air yang layak digunakan, unsur KRI dapat
mempertahankan kesiapan tempur secara optimal tanpa terkendala kebutuhan dasar
saat melaksanakan tugas di Perairan Natuna dan Kepulauan Riau. Ini adalah
bentuk nyata dukungan komando kewilayahan terhadap unsur operasi di garda
terdepan NKRI,” ujar Laksda TNI Berkat Widjanarko, dalam keterangannya.
Revitalisasi sistem air tawar di Tanjung Uban merupakan
bagian dari upaya peningkatan fasilitas pangkalan Fasharkan Mentigi. Sasaran
utamanya adalah menjamin ketersediaan air bersih bagi kapal-kapal perang TNI AL
sehingga para prajurit dapat tetap fokus menjalankan tugas pengamanan wilayah
perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Dengan beroperasinya fasilitas revitalisasi pada Tahun
Anggaran 2026, dukungan logistik terhadap unsur-unsur KRI yang bertugas di
beranda terdepan NKRI diharapkan semakin optimal dan berkelanjutan, sekaligus
memperkuat kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Posting Komentar