Aklamasi, Fauzan Zidni Terpilih Sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia

Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi menjadi Ketum BPI/Foto. Ist/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID,
JAKARTA - Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Badan
Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026-2030 menggantikan Plt. Ketua Umum
Celerina Judisari pada Kongres IV BPI yang diselenggarakan di Hotel Mercure
Cikini, Jakarta, 10-12 April 2026.
“Saya berterimakasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi
kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film
Indonesia,” ujar Fauzan dalam siaran pers, yang diterima redaksi.
“Agenda
utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi
kurikulum, program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film
terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional. Selain itu, BPI
akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk
penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan
pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta
perlindungan kebebasan berekspresi,” kata Fauzan.
Fauzan
menambahkan, BPI juga memiliki agenda lain seperti gerakan anti pembajakan film
secara menyeluruh, penyelenggaraan Festival Film Indonesia dan pelaksanaan fungsi-fungsi
BPI seperti tertuang di UU Perfilman.
Kongres yang
dihadiri oleh 67
stakeholder anggota juga memilih Fajar Nugros, Agustina Kusuma Dewi,
Nasaruddin Saridz, Danu Murti, dan Judith Dipodiputro sebagai anggota Dewan
Pengawas BPI.
Kongres
ini juga menjadi forum pembahasan Rencana Induk Pengembangan BPI, yang akan
mendorong Rencana Induk
Perfilman Nasional, amanah
UU 33 Tahun
2009 tentang perfilman, serta
dokumen strategis yang akan menjadi panduan ekosistem perfilman Indonesia dalam
jangka panjang berdasarkan RPJPN dan Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK).
Rencana
Induk ini mencakup peta jalan pengembangan SDM, infrastruktur produksi,
distribusi, promosi, serta kerangka regulasi yang mendukung pertumbuhan
industri film yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan hingga 2045.
Fauzan
Zidni adalah seorang produser film dan eksekutif media dengan rekam jejak lebih
dari 14 tahun. Fauzan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produser Film
Indonesia (APROFI) periode 2016-2019, dan menjadi Dewan Penasihat sejak 2019.
Fauzan
menyelesaikan studi sarjana Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan magister
kebijakan publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University
of Singapore. Ia merupakan produser di Cinesurya bersama Rama Adi, memproduksi
film, di antaranya; What They Don't Talk About When They Talk About Love,
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Tukar Takdir, dan Perang Kota.
Sempat
berkarier sebagai Executive Producer/Head of Original Content di The Walt
Disney Company Indonesia pada tahun 2022–2024, Fauzan memimpin tim yang
bertanggung jawab atas kesuksesan 10 konten original dan 10 proyek
pengembangan. Fauzan aktif menulis opini kebijakan perfilman di media nasional.

Posting Komentar