Notification

×

Iklan

Iklan

Kolabs UMHT dan RS MH Thamrin Hospital Cileungsi (Member of Radjak Hospital), Bedah Sehat Mental Dunia Kuliah

Selasa, 18 Juli 2023 | 12:56 WIB Last Updated 2023-07-18T05:56:26Z

Spesialis Kedokteran Jiwa di RS MH Thamrin Cileungsi (Member of Radjak Hospital), dr. Pangeran Erickson Arthur Siahaan, Sp.KJ


AKURATNEWS.ID, BOGOR – Masyarakat milenial saat ini meski terlihat kuat dalam kejiwaan, namun trend menyebutkan masalah mental dan kejiwaan mengalami peningkatan. Perlu adanya awarenes generasi muda milenial tentang masalah mental dan kejiwaan. 


Disebutkan, banyak kaum milenial mulai meningkat kasus-kasus kejiwaan, terutama di kota-kota besar.  Meski berada di kota besar, banyak masyarakat tidak mengetahui cara dalam pertolongan kasus tersebut saat menimpa. Padahal, jika ditilik lebih jauh banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut.


Seperti yang disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Jiwa di RS MH Thamrin Cileungsi (Member of Radjak Hospital), dr. Pangeran Erickson Arthur Siahaan, Sp.KJ, generasi milenial ataupun semua generasi, yakni para orang tua, siswa dan calon mahasiswa perlu untuk bisa mengenali diri mereka sendiri dan perlu mengenali batasan mereka. 


“Lakukan apa saja yang bisa membangkitkan ke arah yang lebih baik. Berkumpul dengan orang-orang yang bisa membuat kita lebih baik dan kita juga perlu melek teknologi, update dan kita perlu tahu juga bahwa teknologi itu bisa memperluas wawasan dan juga bisa berdampak negatif katika menjadikan teknologi sebagai bagian hidup yang tidak bisa dilepas,” terang dokter yang akrap dipanggil Erickson, saat seminar kesehatan Curhat Dong Dok Sehat Mental Dunia Kuliah, hasil kolaborasi Universitas MH Thamrin (UMHT) dan RS MH Thamrin Cileungsi (Member of Radjak Hospital) di Ngopi Lumbung Padi, Bogor.


Lebih jauh dokter Erickson menegaskan untuk perlunya membatasi diri dan perlu kedisplinan. “Intinya kapan kita harus bekerja dan kapan kita harus istirahat. Karena di jaman berkembang ini, banyak orang ternyata lupa waktu, yang mana waktunya harusnya untuk istirahat malah digunakan untuk bekerja terus,” katanya.


Untuk itu, perlu menyeimbangkan Work in Balance. Tahu kapan kerja, tahu kapan harus melakukan tugas-tugas atau hal-hal lain di luar pekerjaan. 


“Ketika kita sudah bisa menyeimbangkan hal tersebut, diharapkan kualitas hidup kita terjaga. Intinya kita mau membuka diri kita, kapan kita merasa butuh pertolongan, yang mana pertolongan itu tidak harus dari professional kesehatan tetapi juga dari ketika kita berinteraksi dengan orang lain, dari hal-hal kecil yang mana hal-hal kecil yang kita lakukan bisa memupuk kesehatan mental kita,” paparnya.


Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Rumah Sakit M.H. Thamrin Cileungsi (Member of Radjak Hospital) Dr Mastika Talib, MARS, menyebutkan, Rumah Sakit MH Thamrin Cileungsi (Member of Radjak Hospital) merupakan cabang kedua dari 6 rumah sakit. 


“Kami melayani BPJS dan non BPJS dan melayani rawat inap dengan spesialisasi yang cukup lengkap dengan Layanan Unggulan Promo Center, yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam kecelakaan kerja, kemudian kecelakaan lalu lintas bekerjasama dengan Polres dan  Kabupaten Bogor,” ujarnya.


Selain itu, Trauma Center yang dikelola RS MH Thamrin Cileungsi (Member of Radjak Hospital) memiliki dokter-dokter bedah yang cukup lengkap. Baik bedah syaraf, urologi, ortopedi, bedah anak, yang dilanjutkan dengan layanan unggulan bedah mulut, bedah torak, kardiovaskuler dan memiliki layanan hemodialysis atau layanan cuci darah. Sehingga dipercaya oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor untuk layanan kesehatan,” paparnya. 


Sementara itu, menurut Maria Fransisca Uli S.Mb, M.M, Marketing Communication Manager Radjak Hospital Group, untuk kerjasama rumah sakit yang biasanya dilakukan antar rumah sakit sudah terbangun sejak lama. 


“Kami itu pada dasarnya hadir ingin lebih dekat kepada masyarakat. Sehingga kapanpun masyarakat butuh khususnya dalam layanan kesehatan yang mereka butuhkan itu dapat tersedia untuk mereka. Salah satunya #CurhatDongDok ini, campaign kami di Radjak Hospital yang tujuan sebenarnya hadir untuk lebih dekat ke semua kalangan. Baik untuk pekerja, orang tua, ataupun mahasiswa dan calon mahasiswa yang membutuhkan layanan kesehatan mental maupun layanan kesehatan fisik,” pungkasnya.