Notification

×

Iklan

Iklan

Hadapi Isu Resesi Tahun 2023, AXA Financial Indonesia Telah Bersiap

Sabtu, 17 Desember 2022 | 11:39 WIB Last Updated 2022-12-20T03:04:12Z

 

Ki-Ka : Director AXA Financial Indonesia Arta Magdalena, President Director AXA Financial Indonesia Niharika Yadav, Director AXA Financial Indonesia Cicilia Nina, saat bincang-bincang akhir tahun bersama awak media.


AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Dalam laporan kinerjanya di tahun 2021, AXA Financial Indonesia terus menunjukkan neraca yang kuat dengan membukukan total aset sebesar Rp6,45 triliun dan mempertahankan posisi RBC sebesar 406% di bisnis asuransi jiwa konvensional dan 9.431% di unit usaha syariah, di atas persyaratan rasio solvabilitas minimum OJK sebesar 120 %.


Pada tahun 2021, perseroan juga menunjukkan total pendapatan yang stabil dengan premi sebesar Rp 1,32 triliun. Hasil positif ini diakui atas dorongan oleh pembaruan dan persistensi kebijakan pelanggan yang kuat, hingga berhasil membukukan laba bersih korporasi setelah pajak sebesar Rp 125,9 miliar.


AXA mengungkap, Kinerja Keuangan yang solid didorong oleh pembaharuan dan persistensi kebijakan nasabah yang kuat, didukung oleh keberhasilan perusahaan dalam mengelola risiko dan efisiensi biaya.


“Pada tahun 2021, AXA Financial Indonesia telah membayar total klaim sebesar Rp450 miliar termasuk Rp167,5 miliar terkait COVID-19 sebagai komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada nasabah, terutama di tengah pandemi. Ini menunjukkan 30% dari klaim kami dibayarkan untuk pengajuan klaim COVID-19. Di tahun 2021, kami menyadari bahwa Indonesia dilanda pandemi gelombang ke-2 dan kami menunjukkan komitmen kami untuk selalu menjadi mitra pelanggan kapan saja,” dalam laporannya.


Menghadapi isu resesi dunia di tahun 2023, President Director AXA Financial Indonesia Niharika Yadav, mengatakan dalam menghadapi isu resesi, AXA Financial Indonesia telah melakukan beragam hal dalam rangka inovasi produk, khususnya terkait keterjangkauan di masa depan, yang mana memiliki asuransi menjadi keharusan dan tentunya akan meningkatkan kepemilikan asuransi di masyarakat.


“Kami meluncurkan tentang produk Flagship Standaloane Health. Kami meluncurkan rencana yang lebih terjangkau untuk masyarakat Indonesia dengan produk jauh lebih murah dan terjangkau dan masih memungkinkan pelanggan kami untuk dilindungi saat ini,” ungkapnya di sela-sela bincang-bincang akhir tahun bersama media, Kamis, 15 Desember 2022.


“Begitu juga ke depan, kami berpikir untuk memberikan perlindungan dengan harga terjangkau sesuai jenisnya. Saya pikir, bagi kami adalah menanamkan banyak perlindungan dengan harga terjangkau dengan lengkap cakupan dari semua perlindungan,” lanjutnya.


Menyambung penjelasan Niharika, Director AXA Financial Indonesia Cicilia Nina, memaparkan sebelum kondisi orang sibuk tentang isu resesi, AXA Financial Indonesia  telah mengeluarkan produk yang bisa di handle masyarakat banyak.


“Kita selama ini fokus di kesehatan kesehatan kita sudah luar biasa tetapi kita memberikan coverage yang satu kamar sendiri. Nah Ternyata banyak permintaannya di market. Pingin dong yang kayak gitu. Tetapi memang produk itu jika satu kamar sendiri harganya lebih tinggi, sehingga kita mengeluarkan program, di mana satu kamar bisa berdua atau atau satu kamar berempat,” katanya.


“Ternyata laris laris manis, anak-anak milenial itu kebeli,” tambahnya.


Lebih lanjut, Cecilia menjelaskan, di sisi yang lain juga orang harus memikirkan tentang critical earnest di mana kesehatan itu menggantikan kwitansi yang hilang, yang harus dibayar di rumah sakit untuk itu critical earnest memberikan benefit langsung.


Namun memang critical earnest itu memang lebih mahal, dan bagaimana supaya masyarakat bisa membeli critical earnest, karena 70% orang sebelum kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa itu mampir ke rumah sakit dan faktanya memang critical earnest,” katanya.


Mengutip dari keterangan Niharika, Nina mengungkapkan, baru saja meluncing produk tersebut, highnya sangat tinggi, mengcover dengan sangat fleksibel. Mereka-mereka yang dananya memang terbatas, bisa mengambil paket yang paling basic jadi perlindungan untuk untuk critical earnest.


“Tetapi orang Indonesia suka bilang begini kalau nggak sakit rugi dong itu berikan benefit yang yang kalau tidak sakit duitnya balik,” ungkapnya.


Seperti diketahui, AXA Financial Indonesia meluncurkan AXA Critical Protector, produk asuransi tradisional stand-alone penyakit kritis yang memberikan perlindungan maksimal di semua tahapan penyakit kritis (awal, menengah, dan akhir), dengan premi terjangkau dan fitur yang fleksibel. AXA Critical Protector juga dilengkapi dengan manfaat jika meninggal dunia untuk sebab apapun.


Best-nya produk ini adalah, ya meninggal sebab apapun tetap dapat. Jadi itu inovasi yang bisa kita berikan. Konon orang resesi kesulitan dengan cash, kita sudah siapkan duluan, kita sudah maju duluan dengan berbagai fasility dan juga agility,” katanya.


Produk AXA Critical Protector memberikan solusi perlindungan yang mencakup kebutuhan perlindungan pelanggan atas biaya yang dikeluarkan akibat penyakit kritis. AXA Financial Indonesia juga memahami bahwa perlindungan penyakit kritis harus komprehensif dan memberikan perlindungan di semua tahapan mulai dari tahap awal, menengah, dan akhir.


Sebagi informasi, AXA Critical Protector mengcover total 164 kondisi medis yang termasuk dalam kategori penyakit kritis dengan premi terjangkau mulai dari Rp 250 ribu per bulan, dengan usia masuk mulai dari 31 hari hingga usia 70 tahun, dan masa pertanggungan hingga 99 tahun.


Berbeda dengan produk asuransi penyakit kritis lainnya, AXA Critical Protector memberikan pilihan manfaat yang fleksibel seperti:


  1. No Claim Bonus, di mana akan ada pengembalian premi 100% di tahun ke-10 selama tidak ada klaim dan polis masih aktif ; dan
  2. Penguat Uang Pertanggungan (UP) sebesar 5% setiap tahun sampai dengan jumlah uang pertanggungan maksimum sebesar 150%.