Terus Berbenah, Imigrasi Jaktim Dekatkan Layanan Paspor

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur.
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta
Timur terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui
pembenahan internal sekaligus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki
Handoyo, menegaskan bahwa upaya pembenahan tersebut merupakan proses
berkelanjutan dan bukan hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Hal itu
menjadi bagian dari komitmen institusi untuk memberikan pelayanan keimigrasian
yang semakin mudah, terbuka dan dapat diakses masyarakat.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur sendiri beralamat
di Jl. Bekasi Timur Raya No. 169, Kelurahan cipinang besar Utara, , Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur, DKI Jakarta.
Menurut Pungki, inovasi pelayanan merupakan salah satu cara
untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, jajaran
Imigrasi Jakarta Timur berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya
berorientasi pada administrasi, tetapi juga memberikan kemudahan akses bagi
masyarakat.
Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut
adalah PASPORIA (Paspor Ceria). Program pelayanan paspor ini akan digelar pada
Minggu, 4 Oktober 2026, di Wisma KEIAI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta,
bertepatan dengan kegiatan Car Free Day.
Pelayanan PASPORIA akan dimulai pukul 06.00 WIB dengan total
70 kuota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 kuota diperuntukkan bagi pemohon
melalui aplikasi M-Paspor, sedangkan 10 kuota lainnya disediakan untuk pelayanan
walk-in.
Layanan yang tersedia dalam kegiatan tersebut mencakup
pembuatan paspor baru serta penggantian paspor yang telah habis masa berlaku
dan/atau halaman paspornya telah penuh.
Sementara itu, penggantian paspor karena hilang, rusak
maupun perubahan data tidak termasuk dalam pelayanan PASPORIA yang akan digelar
tersebut.
Dengan adanya layanan di ruang publik, masyarakat diharapkan
memiliki pilihan lain untuk memperoleh pelayanan paspor tanpa harus datang ke
kantor Imigrasi Jakarta Timur pada hari kerja.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Pungki kembali menegaskan bahwa
kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya jajaran Imigrasi Jakarta Timur
untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus melakukan
pembenahan. Bukan karena ada persoalan saja, tetapi memang pelayanan harus
terus dievaluasi dan ditingkatkan,” ujar Pungki.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Pungli
Di sisi lain, Pungki turut memberikan tanggapan terkait
pemberitaan salah satu media mingguan Ibu Kota yang memuat dugaan adanya
praktik pungutan liar atau pungli di lingkungan Imigrasi Jakarta Timur.
Pungki menyatakan sangat menyayangkan pemberitaan tersebut
apabila informasi yang disampaikan tidak terlebih dahulu dikonfirmasikan kepada
pihak Imigrasi Jakarta Timur.
Menurutnya, apabila terdapat informasi atau dugaan temuan
yang berkaitan dengan pelayanan di lingkungan Imigrasi Jakarta Timur, pihaknya
siap memberikan klarifikasi dan penjelasan berdasarkan data yang dimiliki.
“Kami tentu sangat menyayangkan apabila ada pemberitaan
mengenai dugaan pungutan liar, tetapi pihak kami tidak terlebih dahulu dimintai
klarifikasi atau konfirmasi,” kata Pungki.
Ia menegaskan bahwa Imigrasi Jakarta Timur tidak menutup
diri terhadap kritik dari masyarakat maupun insan pers. Bahkan, kritik dan
pengawasan media dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi institusi.
Namun demikian, Pungki berharap setiap informasi yang berkaitan
dengan institusinya dapat dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada pihak terkait
sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada publik dapat menggambarkan
persoalan secara utuh.
“Kalau memang ada informasi atau temuan, silakan konfirmasi
kepada kami. Kami siap memberikan penjelasan sesuai fakta dan data yang ada,”
ujarnya.
Pentingnya Tabayun dan Keberimbangan
Pungki juga menekankan pentingnya komunikasi antara media
dan institusi pemerintah dalam proses peliputan.
Menurutnya, prinsip konfirmasi dan keberimbangan penting
agar masyarakat memperoleh informasi yang lengkap serta tidak terjadi
kesalahpahaman terhadap suatu persoalan.
Ia pun mengajak seluruh pihak mengedepankan semangat
tabayun, yakni mencari kejelasan dan melakukan klarifikasi terlebih dahulu
sebelum sebuah informasi disimpulkan atau disampaikan kepada masyarakat.
“Kami terbuka terhadap kritik. Kami juga siap dikonfirmasi
kapan pun berkaitan dengan pelayanan kami. Harapannya, semua bisa dilakukan
dengan komunikasi yang baik dan mengedepankan tabayun,” tuturnya.
Pungki memastikan proses pembenahan pelayanan di Imigrasi
Jakarta Timur akan terus berjalan. Berbagai inovasi, termasuk PASPORIA,
diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui pelayanan yang semakin dekat, keterbukaan terhadap
kritik serta komunikasi dengan insan pers, Imigrasi Jakarta Timur berupaya
membangun pelayanan publik yang semakin baik.
“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat mendapatkan
pelayanan terbaik. Kami akan terus berbenah dan terbuka terhadap masukan,”
pungkas Pungki.
Posting Komentar