Siti Si Vampir, Vampir Lokal yang Dipaksa Modern
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Film Garapan Sutradara Rahabi
Mandra, dengan naskah yang ditulis Titien Wattimena, memberikan hiburan tersendiri
bagi para pencinta mitos vampir yang dikenal horror dengan komedi yang dikemas
dengan budaya Betawi.
Dialog yang ditampilkan dalam film Si Si Vampir ini, dari
awal film ini diputar sudah mengusung kehidupan Betawi ala Rumah Susun (Rusun)
yang kini tengah menjadi project pemerintah DKI Jakarta. Dengan ragam perekonomian
kehidupan masyarakatnya di dalam satu wilayah rusun, menjadikan film ini sarat
dengan beragam pesan sosial kehidupan kota yang majemuk.
Siti yang diperankan Satine Zaneta yang menjadi tokoh utama
dalam film ini, digambarkan sebagai seorang gadis yang memiliki orang tua
single, yang diperankan oleh Nugie. Ayah Siti, memiliki usaha kelontong yang
mana dalam film ini Siti digambarkan sebagai anak yang diberi tugas mengantar galon
kepada para penghuni rusun sebagai konsumennya.
Menariknya, Siti Si Vampir ini meskipun di awal
menggambarkan kehidupan sosial masyarakat rusun, film ini dibalut dengan dunia
vampir elite, romansa, dan satir kesenjangan sosial. Film ini tayang serentak
di bioskop Indonesia mulai Kamis, 22 Oktober 2026, termasuk di jaringan Cinema
XXI, CGV, Cinepolis, dan bioskop nasional lainnya.
Siti Sang gadis Rusun ini sebenarnya jika dalam film ini digambarkan
sebagai korban yang salah sasaran, saat proses dirinya digigit oleh vampir yang
diperankan oleh Ciccio Manassero. Dari gigitan tersebut, Siti akhirnya menjadi
vampir, namun dengan taring terbalik tidak seperti vampir biasanya.
Siti yang merupakan gadis kampung vasca menjadi vampir,
dipaksa menjadi Wanita modern dengan merubah gaya pakaian, bicara, yang dipaksa
mengikuti kehidupan modern kaum vampir.
Durasi Siti Si Vampir tercatat 104 menit atau 1 jam 44
menit, dan diproduksi oleh Viddsee bekerja sama dengan Bahagia Tanpa Drama, AZ
Films, Spectrum Film, dan PK Films. Film ini mendapat klasifikasi 13 tahun ke
atas (13+) dari Lembaga Sensor Film (LSF)
Sinopsis Siti Si Vampir
Cerita berpusat pada Siti yang diperankan Satine Zaneta,
seorang gadis rusun yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ia bekerja
sebagai tukang galon dan hidup dalam keterbatasan, namun tetap berharap bisa
mengubah nasibnya. Suatu hari, Siti bertemu Nakula yang diperankan Ciccio
Manassero, sosok vampir tampan dari kalangan elite yang justru mengubah
hidupnya secara tidak terduga.
Masalah mulai muncul ketika Siti digigit Nakula secara tidak
sengaja, sehingga ia berubah menjadi vampir. Sayangnya, Siti bukan vampir mewah
dengan kekuatan luar biasa, melainkan vampir low-spec dengan taring terbalik
dan kemampuan yang setengah jalan. Meski begitu, Siti melihat perubahan ini
sebagai kesempatan untuk lepas dari kehidupan yang serba pas-pasan dan mengejar
kehidupan yang lebih baik.
Dari sinilah kekacauan dimulai. Siti harus beradaptasi
dengan dunia baru yang penuh aturan, kemewahan, dan bahaya, sementara rusun
tempat tinggalnya menjadi target panen vampir. Ia kemudian dihadapkan pada
pilihan sulit: ikut dalam sistem vampir elite yang menindas, atau melawan untuk
melindungi keluarga dan tetangganya. Konflik ini membuat film tidak hanya lucu,
tetapi juga menyentuh isu kesenjangan sosial dan keberanian menolak
ketidakadilan.
Yang membuat film ini menonjol adalah cara ia tidak hanya bermain
di ranah komedi vampir, tetapi juga membangun cerita dari konflik kelas sosial
dan emosional. Siti bukan hanya korban keadaan, melainkan sosok yang harus
menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya, dan bagaimana
kesempatan bisa datang dengan harga yang tidak murah. Perpaduan humor khas
Indonesia, romansa, unsur supernatural, dan drama keluarga membuat film ini
terasa segar dan relate.
Pemeran lain yang ikut mengisi film ini antara lain Ajil
Ditto, Kimberly Ryder, Nugie, Shania Gracia, Ence Bagus, dan Nagra Kautsar
Pakusadewo. Dengan komposisi pemain sekuat ini, film terasa seperti potret
urban Indonesia yang gelap namun menghibur, di mana dunia rusun dan dunia
vampir elite saling bersinggungan. Siti Si Vampir cocok untuk penonton yang menyukai
komedi fantasi dengan sentuhan horor ringan, romansa, dan kritik sosial yang
tajam.



Posting Komentar