Salib Merah dan Perjuangan Keadilan Menghidupkan Sumpah Pemuda di Mata PMKRI
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Pengurus Pusat PMKRI
memandang bahwa semangat kepemudaan harus diwujudkan melalui keberanian
menyampaikan aspirasi, menjaga ruang demokrasi, dan memperjuangkan keadilan
dengan cara-cara yang bermartabat. Perubahan membutuhkan suara yang lantang,
pikiran yang jernih, serta komitmen untuk tetap berpihak pada kemanusiaan, hal
ini disampaikan sehubungan dengan aksi Salib Merah sebagai symbol perjuangan, baru-baru
ini.
Dalam konteks tersebut, simbol salib merah menjadi refleksi atas kondisi
bangsa yang diwarnai oleh penderitaan, ketidakadilan, dan perjuangan untuk
memperoleh hak-hak yang semestinya dijamin bagi setiap warga negara. Salib
merah bukan sekedar simbol penderitaan, melainkan juga pengingat akan
keberanian untuk memikul tanggung jawab, berdiri bersama mereka yang
terpinggirkan, dan terus memperjuangkan keadilan.
Semangat ini memiliki jejak dalam gerakan PMKRI, termasuk
aksi PMKRI Jakarta Pusat st robertus bellarminus pada 17 Juni 2026 yang
mengangkat simbol salib merah sebagai
bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Simbol tersebut mengingatkan bahwa
perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti pada ekspresi protes, tetapi harus
berlanjut menjadi gerakan moral dan intelektual yang konsisten, kritis, serta
berpihak pada martabat manusia.
Bagi PMKRI, semangat Sumpah Pemuda dan simbol salib merah bertemu dalam satu panggilan,
keberanian untuk bersuara, kesediaan untuk menderita bersama rakyat, dan
keteguhan untuk memperjuangkan keadilan.
Momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa cinta
tanah air bukan berarti menutup mata terhadap persoalan bangsa. Justru karena
mencintai Indonesia, kaum muda harus berani menyampaikan kritik, mengawal
jalannya demokrasi, dan menawarkan jalan keluar yang berpijak pada nilai-nilai
kemanusiaan.
PMKRI harus tetap menjadi bagian dari suara nurani bangsa
kritis terhadap ketidakadilan, berani membela kebenaran, dan konsisten
memperjuangkan Indonesia yang lebih adil dan bermartabat.



Posting Komentar