Bank Jakarta Raih Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan penghargaan kepada Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo/Foto. Ist/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID,
JAKARTA – Bank Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas literasi dan
inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi
Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan. Komitmen ini sejalan dengan capaian
Bank Jakarta yang meraih penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0
sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 dalam rangkaian Jakarta Financial
Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta, Jumat (23/10).
Penghargaan diserahkan
langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, kepada Direktur Utama
Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo.
Kegiatan yang juga
dihadiri oleh Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi; Kepala Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan; Wali Kota Jakarta Selatan,
Syafrin Liputo; serta Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan
Widiyanto.
Wakil Gubernur DKI
Jakarta, Rano Karno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perluasan akses
keuangan perlu diiringi dengan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat
dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya pedagang pasar dan pelaku
usaha. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri
jasa keuangan menjadi kunci dalam mendorong transformasi pasar rakyat serta
meningkatkan daya saing usaha.
“Program
digitalisasi pasar inklusif tidak berhenti sampai di sini, tetapi harus terus
dilanjutkan. Kita perlu memastikan layanan keuangan benar-benar berjalan dan
dirasakan manfaatnya oleh para pedagang secara berkelanjutan. Pendampingan dan
pemberdayaan pedagang juga harus terus dilakukan agar akses keuangan dapat
membantu mereka mengelola usaha dengan lebih baik, memperluas peluang
pembiayaan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Rano.
Senada dengan itu,
Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H. Widodo,
menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bank Jakarta
untuk terus memperkuat peran dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Menurutnya, kemajuan industri jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan
bisnis, besarnya transaksi, maupun perkembangan teknologi, tetapi juga dari
manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Penghargaan ini
menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Bank Jakarta untuk terus memperluas
edukasi keuangan dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Kami
meyakini bahwa literasi keuangan yang baik akan mendorong masyarakat mengambil
keputusan finansial secara lebih bijak, sedangkan inklusi keuangan yang
berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Agus.
Jakarta Financial
Festival 2026 mengusung tema “Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh” dan
diselenggarakan pada 23–24 Oktober 2026 dalam rangka memperingati Bulan Inklusi
Keuangan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, FKIJK DKI
Jakarta, serta berbagai pelaku industri jasa keuangan untuk memperluas akses
sekaligus mendekatkan edukasi dan layanan keuangan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks literasi keuangan
DKI Jakarta mencapai 84,01 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai
99,74 persen. Capaian tersebut menjadi landasan untuk terus meningkatkan
kualitas pemanfaatan layanan keuangan agar tidak hanya mudah diakses, tetapi
juga digunakan secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari
partisipasinya dalam Jakarta Financial Festival 2026, Bank Jakarta menghadirkan
berbagai aktivitas edukasi dan layanan melalui booth Bank Jakarta. Aktivitas
tersebut meliputi pengenalan produk pendanaan dan pembiayaan, layanan transaksi
digital, permainan interaktif, serta pemeriksaan kesehatan melalui kolaborasi
dengan Klinik Bank Jakarta. Berbagai kegiatan ini mengusung pesan “Sehat
Finansial, Sehat Badannya, Kuat Jakartanya” untuk mendekatkan layanan perbankan
sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan
finansial.
Agus menambahkan
bahwa Bank Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan regulator,
pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan untuk menghadirkan program
literasi dan inklusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,
termasuk pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ke depan, Bank
Jakarta akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan, mengembangkan layanan
digital yang mudah diakses, serta memperkuat pelindungan konsumen dan
pemberdayaan UMKM. Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat sekaligus mendukung Jakarta menuju kota global dengan perekonomian
yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Agus.


Posting Komentar