Strategi Bisnis untuk Menciptakan Keunggulan Kompetitif dalam Langkah Sustainability
![]() |
| Executive Talkshow “Sustainability Is Business: From Urgency to Competitive Advantage” |
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Sustainability semakin bergeser dari sekadar agenda lingkungan dan tanggung jawab sosial menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga efisiensi, menciptakan nilai, dan memperkuat daya saing. Bagi korporasi, penerapan prinsip people, planet, profit kini semakin terkait langsung dengan kemampuan perusahaan menghasilkan kinerja bisnis yang berkelanjutan.
Perspektif tersebut mengemuka dalam Executive Talkshow “Sustainability Is Business: From Urgency to Competitive Advantage” yang digelar PPM School of Management, Kamis (3/9), di PPM School of Management, Jakarta.
Forum ini mempertemukan perspektif pemerintah, dunia usaha, dan akademisi untuk membahas sustainability dari sisi kebijakan, transformasi bisnis, energi, hingga kepemimpinan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ir. Yuliot Tanjung, M.M., mengatakan salah satu isu besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah pengembangan energi.
“Grand issue negara adalah energi baru terbarukan. Dalam korporasi, perannya adalah menjadikan sustainability sebagai tujuan mereka. Perusahaan beroperasi menuju profit, people, planet,” ujar Yuliot dalam talkshow tersebut.
Isu transisi energi dan transformasi industri memang menjadi salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut. Perspektif pemerintah diarahkan pada kebijakan transisi energi Indonesia, ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi, hilirisasi sumber daya alam, investasi, pengembangan industri hijau, serta pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Dari sisi korporasi, Harsono Budi, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina New & Renewable Energy, membawa perspektif mengenai bagaimana sustainability dapat diterapkan secara nyata dalam transformasi perusahaan.
Melalui topik “Making Sustainability Work: Lessons from Corporate Transformation”, pembahasan diarahkan pada pengalaman korporasi dalam menghadapi tantangan implementasi sustainability, termasuk aspek investasi, pengukuran dampak, perubahan organisasi, hingga manfaat yang dapat dihasilkan bagi bisnis.
Perspektif tersebut menempatkan sustainability bukan hanya sebagai komitmen di tingkat kebijakan, tetapi sebagai bagian dari proses transformasi korporasi yang membutuhkan perubahan cara perusahaan mengalokasikan investasi, mengukur dampak, serta membangun organisasi agar mampu menjalankan agenda keberlanjutan secara konsisten.
Dari sisi korporasi lainnya, Nicolas Bagus Setiabudi, VP Tatalogam Lestari Group of Companies, melihat sustainability dari perspektif yang sangat dekat dengan kinerja bisnis. Menurutnya, penerapan sustainability pada akhirnya dapat bermuara pada program penghematan apabila perusahaan mampu melakukan perbaikan secara menyeluruh dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap bottom line.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa sustainability tidak harus diposisikan sebagai biaya tambahan bagi perusahaan. Ketika prinsip keberlanjutan diterjemahkan ke dalam proses operasional dan pengambilan keputusan, perusahaan dapat menemukan ruang untuk melakukan perbaikan dan efisiensi sekaligus memberikan dampak positif bagi manusia dan lingkungan.
Sementara itu, Dr. Rike Penta Sitio, S.E., M.M., Assistant Professor in Management PPM School of Management, menyoroti sustainability dari perspektif ekonomi sirkular. Perspektif tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai bagaimana praktik sustainability dapat diintegrasikan ke dalam model bisnis, dimulai secara bertahap, serta dipengaruhi oleh nilai yang dirasakan konsumen dan dukungan ekosistem bisnis.
Tantangan Berikutnya: Kapabilitas Internal
Jika arah sustainability sudah semakin jelas, tantangan berikutnya bagi perusahaan adalah memastikan organisasi memiliki sumber daya manusia dengan kapabilitas yang mampu menerjemahkan prinsip tersebut menjadi strategi dan keputusan bisnis.
Dr. Wendra, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM, mengatakan bahwa “Urgensi berikutnya bagi perusahaan bukan hanya memahami pentingnya sustainability, tetapi bagaimana membangun kapabilitas internal dalam merencanakan dan mengelola adopsi sustainability sebagai sebuah strategi organisasi untuk daya saing,” ujar Wendra.
Menurutnya, kebutuhan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi institusi pendidikan untuk berperan sebagai mitra strategis perusahaan dalam mengembangkan kompetensi karyawan dan calon pemimpin bisnis.
Di sinilah PPM School menawarkan MM in Sustainability sebagai mitra strategis perusahaan dalam membangun kapabilitas dimaksud. Program ini diarahkan untuk menghasilkan manajer yang mampu mengolah pendekatan sustainability menjadi bagian dari strategi perusahaan.
Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari upaya PPM School of Management untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan pengembangan kapabilitas manajerial. Dengan demikian, sustainability tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi dapat diterjemahkan oleh para manajer ke dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan keputusan strategis di organisasi.
Ketika prinsip-prinsip sustainability dijadikan bagian dari tujuan perusahaan, korporasi tidak hanya merespons tuntutan eksternal, tetapi juga berpotensi menciptakan keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan lain.
Perubahan regulasi, tuntutan investor dan konsumen, kebutuhan efisiensi, serta agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon membuat perusahaan perlu menempatkan sustainability dalam agenda strategisnya.
Karena itu, keberhasilan agenda sustainability pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kebijakan atau program yang dijalankan perusahaan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu menerjemahkannya menjadi strategi, inovasi, efisiensi, dan penciptaan nilai.
Melalui penguatan pendidikan manajemen berbasis sustainability, PPM School of Management menempatkan pengembangan kapabilitas tersebut sebagai bagian dari kontribusinya dalam mempersiapkan para pemimpin bisnis menghadapi perubahan lingkungan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan yang memperhatikan people, planet, and profit.


Posting Komentar