PPM Manajemen Dorong Pelaku Usaha Siapkan Bisnis Hadapi Disrupsi AI

'NGOPI Bareng' PPM Manajemen/Foto. Ist/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, MALANG - Perubahan perilaku konsumen, percepatan
transformasi digital, dan perkembangan artificial intelligence (AI) membuat
pelaku usaha menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan relevansi bisnis.
Teknologi tidak lagi hanya menjadi alat pendukung operasional, tetapi mulai
memengaruhi cara perusahaan menciptakan nilai, melayani pelanggan, hingga
membangun keunggulan bersaing.
Persoalan tersebut menjadi perhatian PPM Manajemen melalui
NGOPI (Ngobrol Positif & Inspiratif) Bareng PPM yang digelar bersama PPM
School of Management dan komunitas Tangan Di Atas (TDA) Malang di Kota Malang,
18 Agustus 2026. Mengangkat tema “Future-Proof Business: Strategi Menjaga
Bisnis Tetap Eksis, Relevan & Makin Cuan di Era AI & Digital”, forum
ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pelaku usaha untuk membahas strategi
menghadapi perubahan lanskap bisnis.
Kegiatan berlangsung di AADK Coffee & Eatery, Tlogomas,
Kota Malang, dengan menghadirkan Dr. Noveri Maulana, S.I.Kom., MM., Associate
Professor Sekolah Tinggi PPM Manajemen, dan Donny Kris Puryono dari PT Winnertech
Lintas Nusa sekaligus business owner Malang Strudel. Diskusi dipandu oleh Nanda
Alifia Putri, Manager Pemasaran & Penjualan Sekolah Tinggi PPM Manajemen.
Sekitar 50 peserta dari kalangan entrepreneur, pelaku UMKM,
dan business owner mengikuti forum yang dikemas secara interaktif. Pembahasan
mencakup tren bisnis dan disrupsi AI, strategi menjaga relevansi bisnis,
pemanfaatan AI dan digital tools untuk meningkatkan efisiensi dan profit, serta
penguatan branding dan customer experience.
Kepala Cabang PPM Surabaya, Rizma Amalina, mengatakan
pemilihan Malang sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya PPM
Manajemen untuk membangun kedekatan dengan ekosistem bisnis di Jawa Timur.
“Malang menjadi pilihan karena Malang ini kota yang kreatif
dan komunitas pengusahanya juga banyak,” ujar Rizma.
Menurut Rizma, interaksi langsung dengan pelaku usaha menjadi
penting bagi PPM Manajemen untuk memahami kebutuhan pengembangan SDM dan
organisasi yang dihadapi dunia usaha. Masukan tersebut sekaligus menjadi bagian
dari upaya PPM dalam menghadirkan layanan pembelajaran yang semakin relevan
dengan kebutuhan pasar.
Konsep NGOPI sendiri dirancang sebagai ruang diskusi yang
lebih cair bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai
peningkatan kinerja perusahaan melalui pengembangan SDM maupun organisasi.
Format kegiatan menggabungkan pemaparan, praktik, diskusi interaktif, dan
networking.
Dr. Noveri Maulana menyoroti pentingnya kemampuan pelaku
usaha dalam merespons perubahan teknologi secara strategis. Kehadiran AI,
menurutnya, perlu dilihat tidak hanya sebagai teknologi baru, tetapi sebagai
bagian dari perubahan cara bisnis bekerja dan berkompetisi.
Sementara itu, perspektif praktisi bisnis yang disampaikan
Donny Kris Puryono memberikan gambaran mengenai tantangan adaptasi dari sisi
pelaku usaha. Pertemuan antara perspektif akademik dan pengalaman praktis
tersebut menjadi bagian dari pendekatan NGOPI untuk menghasilkan pembahasan
yang dekat dengan persoalan bisnis sehari-hari.
Bagi PPM Manajemen, pengembangan bisnis di era digital tidak
dapat dipisahkan dari kesiapan manusia dan organisasi. Pemanfaatan teknologi
perlu berjalan beriringan dengan kemampuan SDM dalam beradaptasi, berinovasi,
mengambil keputusan, serta menciptakan pengalaman pelanggan yang relevan.
Karena itu, kehadiran PPM Manajemen di tengah komunitas
bisnis tidak semata diarahkan sebagai penyedia jasa pelatihan. PPM menempatkan
diri sebagai mitra strategis bagi perusahaan dan pelaku usaha dalam
mengembangkan potensi manusia dan membangun budaya pembelajaran yang
berkelanjutan.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PPM
Manajemen memperluas jejaring dengan pengusaha lokal serta memahami
karakteristik dan kebutuhan pengembangan SDM maupun organisasi di Jawa Timur.
Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam mengembangkan layanan dan produk
pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan entrepreneur.
Kolaborasi dengan TDA Malang menjadi salah satu pintu masuk
untuk menjangkau ekosistem tersebut. Secara nasional, TDA memiliki lebih dari
33 ribu anggota yang tersebar di 100 kota di Indonesia serta empat negara lain.
Sementara di Malang, terdapat lebih dari 3.400 pengusaha yang terdaftar sebagai
anggota TDA Malang.
Ke depan, PPM Manajemen akan terus mendorong pembelajaran
yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha yang semakin dinamis. Bukan hanya
mengenai bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan
manusia, organisasi, dan strategi bisnis mampu bergerak bersama menghadapi
perubahan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan PPM Manajemen
menuju usia 60 tahun pada 2027, sekaligus memperluas kontribusi PPM dalam
pengembangan kapabilitas manajemen dan SDM di berbagai wilayah Indonesia.

Posting Komentar