Akademisi Desak Danantara Evaluasi Hingga Pecat Dirut PT Berdikari Maryadi

Groundbreaking peternakan ayam PT Berdikari pada Februari 2026 | Foto: Istimewa
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Transformasi PT Berdikari sebagai
BUMN sektor peternakan dinilai belum sepenuhnya menjawab harapan masyarakat.
Meski pemerintah terus mendorong perusahaan pelat merah tersebut menjadi motor
penggerak ketahanan pangan nasional, hasil yang dirasakan publik dinilai masih
belum terlihat secara nyata.
Padahal PT Berdikari sendiri merupakan BUMN yang mendorong optimalisasi proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) demi menopang kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Optimalisasi HAT juga dilakukan dalam menghadapi dinamika pasar yang terjadi saat ini.
Akademisi Universitas Pamulang, Muhammad Akbar Maulana, mengatakan keberhasilan transformasi sebuah BUMN tidak bisa hanya diukur dari restrukturisasi organisasi, pergantian direksi, maupun berbagai program yang diumumkan kepada publik.
Akbar mendesak Danantara tidak segan untuk mengevaluasi hingga memecat Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi bilamana gagal dalam melakukan transformasi untuk mewujudkan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT).
“Yang menjadi ukuran utama adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, mulai dari harga pangan yang lebih stabil, pasokan yang terjaga, hingga meningkatnya kesejahteraan peternak,” ujarnya, Kamis, (16/7/2026).
Menurut Akbar, selama beberapa tahun terakhir PT Berdikari lebih sering muncul dalam pemberitaan mengenai agenda transformasi dan berbagai rencana pengembangan usaha. Namun, dampak konkret terhadap stabilitas harga daging maupun penguatan peternak lokal dinilai belum terlihat secara luas.
Ia menilai publik berhak mempertanyakan efektivitas transformasi tersebut mengingat PT Berdikari merupakan perusahaan yang mengelola modal negara. Karena itu, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan melalui hasil yang terukur.
“Keberhasilan BUMN tidak cukup dinilai dari laporan keuangan perusahaan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Akbar juga mengingatkan agar transformasi PT Berdikari tidak berhenti pada perubahan narasi semata. Menurutnya, perusahaan perlu menunjukkan indikator kinerja yang transparan sehingga masyarakat dapat menilai sejauh mana target yang dijanjikan benar-benar tercapai.
Ia menambahkan, masyarakat tidak membutuhkan janji besar mengenai masa depan industri peternakan, melainkan bukti bahwa negara mampu menghadirkan pangan yang lebih terjangkau, memperkuat peternak lokal, serta menghadirkan BUMN yang bekerja secara efektif untuk kepentingan publik.
“Keberhasilan sebuah BUMN pada akhirnya ditentukan oleh
manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat, bukan semata-mata oleh besarnya visi
yang disampaikan,” pungkasnya.
Posting Komentar