Tewasnya Pemimpin Tetinggi Iran, Akan Berpengaruh Sistemik Terhadap Ekonomi Dunia
![]() |
| Ilustrasi Selat Hormuz, dengan latar gambar Pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamenei/Foto. Chatgpt/AKURATNEWS.id |
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei, tidak saja memberikan duka mendalam bagi rakyat dan pendukungnya. Kematian Ali Khamenei juga diprediksi akan mempengaruhi pasar khususnya pada harga minyak yang mengimbas seluruh sektor industri.
Seperti yang disampaikan oleh Pengamat Militer Prof. Connie Rahakundini Bakrie, mengatakan dalam jangka pendek pasar akan mengalami sensitifitas.
"Jangka pendek menurut saya pasar akan sangat sensitif, terutama pada harga minyak yang akan mengalami potensi spike, jalur energi teluk, serta risiko global dan volatilitas pasar keuangan," ungkapnya melalui pesan WhasApp, saat dihubungi.
Lebih jauh dia menegaskan, jika ketegangan menyentuh Hormuz, implikasinya bisa sistemik terhadap ekonomi dunia plus percepatan fragmentasi tatanan global
"Kematian Ayyatulah berpotensi memperdalam polarisasi blok Barat vs poros Global South dan mempercepat tren multipolaritas yang lebih tegang, dan ketidakpastian keamanan internasional," tegasnya.
Dirinya juga menandai, bagi Indonesia, yang paling perlu diwaspadai adalah:
- Lonjakan harga energi dan inflasi impor,
- Tekanan pada stabilitas pasar,
- Kebutuhan menjaga posisi diplomatik yang prudent dan bebas-aktif.
"Ini sulit karena kita ada di Board of Peace (BoP) sebagai majority kekuatan jadi harusnya event ini jadi 'exit door' keluar dari BoP," pesannya.
Dirinya juga menilai, bagaimana keadaan dalam beberapa waktu ke depan pasca meninggalnya pemimpin tertinggi Iran.
"Situasi AKAN sangat dinamis beberapa jam ke depan. Respons Iran akan menjadi variabel penentu apakah ini tetap konflik terbatas atau berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar," pungkasnya.
