Kesan Mendalam di Halal Bil Halal Kelurahan Cipinang Besar Selatan
AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Halal bil Halal menjadi tradisi masyarakat
tanah air, yang dilaksanakan setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Seiring berjalannya waktu, tradisi yang berawal ada dalam budaya masyarakat di
akar rumput, budaya ini kini masuk dalam tradisi masyarakat perkantoran. Salah
satunya yang dilakukan oleh Kelurahan Cipinang Besar Selatan (CBS), Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur.
Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kegiatan
Halal bil Halal, ini merupakan perpaduan budaya dan nilai keagamaan yang umum
diadakan di lingkungan keluarga, kantor, atau masyarakat untuk melebur dosa
antar sesama. Pasalnya dalam kegiatan ini, masyarakat dalam proses bersalaman
saling menyampaikan kata ‘Minal aidin wal faidizin’ Maaf Lahir Bathin.
Kelurahan CBS di tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari
Raya Idul Fitri, menggelar tradisi Halal bil Halal di hari pertama masuk kerja
bagi ASN dan Pegawai Swasta, 25 Maret 2026, yang dilaksanakan di Aula Serba
Guna Kelurahan CBS.
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Camat Jatinegara Dr.
Endang Kartika W., S.K.M., M.M., memberi kesan mendalam bagi warga Kelurahan
CBS. Seluruh Staff kelurahan beserta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana
Umum (PPSU) atau dikenal dengan "pasukan oranye", pengelola Ruang
Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), serta perwakilan dari pengurus Rukun
Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di lingkungan Kelurahan CBS, berbaur dalam suasana
kekeluargaan ditemani dengan suguhan makanan khas lebaran berupa Ketupat Sayur
dan kue-kue lebaran.
Camat Jatinegara dalam kesempatan ini menyampaikan, kegiatan
yang diinisiasi oleh Lurah CBS ini dan dihadiri oleh para perangkat di lingkungan
kelurahan, menjadi awal baru dan semangat untuk berkarya ke depannya.
“Jadi hari ini, hari pertama kali masuk ke kantor. Semua
aktivitas dimulai pada hari ini. Dan hari ini, diinisiasi oleh Pak Lurah, untuk
mengadakan kegiatan Halal bil Halal bagi para ASN, PPSU, RT, RW ataupun
perwakilan dari RPTRA dan sebagainya,” ungkap Camat Endang kepada awak media,
Rabu (25/3/26).
Lebih jauh Camat Endang menyampaikan harapannya, kegiatan
ini menjadi manfaat dalam rangka berkarya ke depannya.
“Semoga ini menjadikan kita sebagai silaturahmi yang bermanfaat
dan menjadikan suatu awal baru bagi keudupan kita untuk melakukan kegiatan
berikutnya dan insya Allah ini akan memberi keberkahan bagi kita semua. Dan
kita berharap, dengan adanya kegiatan Halal bil Halal ini, teman-teman semua
jadi lebih semangat bekerjanya,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Lurah Cipinang
Besar Selatan Dicky Wijaya Sumantri, S.T., menyampaikan, Halal bil Halal telah
menjadi tradisi dibanyak tempat saat ini. Namun demikian, pihaknya juga memiliki
tradisi untuk awal bekerja selalu melaksanakan giat apel dengan seluruh staff
dan PPSU Kelurahan CBS.
“Ya, ini tradisi yang saya lakukan. Pagi kita melakukan apel,
kita ajak makan bersama. Harapan saya dengan hal itu hubungan kita makin akrah,
makin erat, sehingga komunikasi yang dibangun menjadi mudah,” katanya.
Lebih jauh dia menyampaikan, point-nya adalah kebersamaan.
Seringnya berkumpul dapat membangkitkan semangat berkarya, khususnya dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat di lingkungan Kelurahan CBS.
![]() |
| Staff Kelurahan saat berbincang dengan salah satu pengurus RT, di lingkungan Kelurahan CBS/Foto. ist/akuratnews.id |
“Kami memberikan tugas, kewenangan kepada mereka dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat, ini upaya saya untuk mendekatkan kami, ASN dengan Penyedia
Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Harapannya agar temen-temen merasa senang ada
kebersamannya di antara kita. Jadi saya berharap tidak ada jarak yang jauh antara
kami ASN dengan PJLP,” harapnya.
Terkait dengan tradisi tukaran makanan khas lebaran, Lurah
Dicky menyampaikan, tradisi yang disebut sebagai tradisi tukaran kado ini,
menjadi wadah saling mencicipi makanan lebaran dari masing-masing keluarga
besar Kelurahan CBS, yang akan saling dirasakan satu sama lain.
“Ibaratnya kita tukeran kado. Jadi dari masing-masing kita membawa
makanan lebaran. Kita bawa dan kita tukar dan kita bisa makan atau mencoba
makanan yang dibawa oleh masing-masing orang,” katanya.
“Saya berharap rekan-rekan di PPSU mereka akan lebih care
dengan pekerjaannya. Kadang mereka malu
bertanya atau sungkan. Jadi harapan saya itu biar kita lebih dekat. Untuk
tugas-tugas, mereka harus lebih lebih jelas dan detail. Jadi mereka tidak ada
sungkan ke kita terutama mau bertanya terkait tugas-tugas,” harapnya.
Target dan Capaian
Terkait target dan capaian, Lurah Dicky menyampaikan, dirinya
yang telah empat bulan menjalankan tugas di Kelurahan CBS menilai belum
maksimal dalam menjalankan tugas di CBS. Masih banyak hal yang perlu dilakukan
untuk mencapai target yang distandarkan, khususnya dalam program-program
pemerintah yang memang telah menjadi agenda kerja.
“Di empat bulan ini saya merasa belum maksimal, terutama
untuk ke lingkungan terkait kegiatan-kegiatan dan menyambangi wilayah. Masih banyak yang bisa kita lakukan, terutama
dari hasil musrembang. Ternyata dari hampir 80 persen belum dikerjakan semua,”
ungkapnya.
Dia juga menyebut, Pekerjaan Rumah (PR) yang harus
dikerjakannya cukup beragam. Dari permasalahan saluran pembuangan (sanitasi), penyebutan
RW Kumuh, RW Zona Merah, menjadi hal yang mesti dituntaskannya.
“Pertama saluran. Ini PR banget. PR saya itu banyak. Dari
Musrembang, RW Kumuh, RW Zona Merah, hubungan antara pengurus dengan kami yang kadang
kurang nyambung.,” katanya.
“Jadi, saya sekarang setiap kemana-mana selalu bawa data. Jadi
kalau ketemu RW, saya berikan datanya. Jadi saya mau mereka mendorong,
ngingetin (usulan musrembang). Jadi saya
minta RW itu ngingetin Kasatpelnya. Gak apa-apa, tiap bulan dia WA, jika dibilang
bawel gak apa. Yang penting kerjaannya jalan. Itu yang saya lakukan di Cilangkap
dan berhasil,” paparnya.
Terkait warga yang tinggal di tanah pekuburan dan berada di
wilayah Kelurahan CBS, telah dilakukan relokasi. Masyarakat yang tinggal
bertahun-tahun di tanah pekuburan, akhirnya bersedia direlokasi ke tempat yang
lebih layak, yakni di beberapa Rumah Susun (Rusun) yang berada di wilayah
Kotamadya Jakarta Timur.
Terkait hal tersebut, Camat jatinegara menyampaikan rasa
syukurnya, langkah persuasive yang dilakukan pemerintah dalam hal ini telah
berhasil memanusiakan manusia. Yakni dengan jalan merelokasi mereka ke tempat
tinggal yang lebih layak.
“Kita berharap sekali bahwa di CBS ini, kehidupannya menjadi
lebih kondusif. Dan kemarin juga saya
berharap dan Allah sudah mengabulkan kita semua. Doa-doa saya, doa dari Pak
Lurah, dan doa dari semua warga yang berada di TPU Kebon Nanas sudah bisa kita
selesaikan dan sudah bisa menempati rumah yang layak. Artinya kita memanusiakan
manusia. Karena tidak seawajarnya manusia tinggal di pekuburan,” pungkas Camat.
Sebagai informasi, Kelurahan CBS berada di sekitar TPU Kebon
Nanas, Kota Administrasi Jakarta Timur. Kelurahan CBS memiliki 10 RW, dengan RT
sebanyak 128, dengan luas wilayah 163 hektar dan jumlah Kartu Keluarga sebanyak
14.726 KK dan jumlah penduduk mencapai 44.902 jiwa.



Posting Komentar