Notification

×

Iklan

Iklan

HPN 2024 Presiden Ingatkan Insan Pers Jauhkan Konten Negatif

Selasa, 20 Februari 2024 | 21:41 WIB Last Updated 2024-02-20T14:42:41Z

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat memberikan sambutannya di Hari Pers Nasional di Ecovantion Hall Ancol, Jakarta Utara, Selasa, (20/2)/foto:Rangga/akuratnews.id


AKURATNEWS.ID, JAKARTA – Insan Pers tanah air kembali memperingati hari jadinya di tahun 2024 ini, yang mana pelaksanaan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini dipusatkan di Jakarta, tepatnya di Ecovantion Hall Ancol, Jakarta Utara, Selasa, (20/2).

 

HPN 2024 Ancol yang digagas oleh Persatuan Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), turut dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Selain Presiden Republik Indonesia, turut hadir Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

 

Sejatinya, HPN merupakan penghargaan bagi seluruh insan pers yang telah berkontribusi dalam memajukan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Sebagai pilar demokrasi, eksistensi wartawan Indonesia menjadi semakin penting dalam perannya untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.

 

Memperingati HPN 2024 ini, pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut memeriahkan HPN 2024 melalui rangkaian kegiatan menarik. Mulai dari seminar yang dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan berbagai narasumber kompeten, membahas peran pers dalam mewujudkan demokrasi di era digital hingga Puncak Peringatan HPN.

 

Dalam sambutannya Presiden Republik Indonesia menjelaskan, kepada insan pers seluruh Indonesia, Jurnalis Indonesia harus berkualitas dalam karya-karyanya.

 

“Perlu sangat kita ingatkan, jurnalis Indonesia harus berkualitas jauh dari konten-konten negatif dan jurnalis yang mengedukasi masyarakat. Kita ingin kerja sama dengan platform digital,” ujar presiden RI.

 

Lebih jauh presiden juga mengingatkan bagaimana mau tidak mau perusahaan pers harus menghadapi transpormasi, khususnya dalam konten-konten digital.

 

“Perusahaan pers harus menghadapi transpormasi konten digital saat ini dan harus memberikan fakta yang jujur dan beretika jurnalisme. Pertama persharus  menjadi salah pilar satu rumah. Bersama-sama menjadikan rumah informasi dengan memberikan fakta fakta apa adanya bukan mengada ada, bukan seolah-olah diada-adakan,” katanya.

 

“Kedua perusahaan pers harus memikirkan langkah langkah konkrit, strategi dan melakukan inovasi agar melakukan respon dalam perubahan jaman ,dan mampu berdiri tegak secara mandiri di tengah gempuran persaingan global," pungkas Jokowi.