Notification

×

Iklan

Iklan

Kemis Motret Pamerkan 200 Karya Photography Jalanan

Senin, 11 Desember 2023 | 08:42 WIB Last Updated 2023-12-11T02:58:32Z

 

Pameran Kemis Motret yang dilaksanakan di Bandung Jawa Barat/foto Dany,akuratnews.id

AKURATNEWS.ID, BANDUNG - Ratusan penggiat fotografi jalanan yang berkumpul dalam wadah Kemis Motret melakukan pameran foto bertajuk The Power Of Expression 2023.

 

Pameran yang berlangsung selama 2 hari sejak 9 Desember sampai 10 Desember 2023 yang memamerkan 200 karya fotografi di Greko Creative Hub Jl. Ahmad Yani No. 136 Bandung ini merupakan kegiatan edisi ke-200 Kemis Motret yang terbentuk 4 (empat) tahun yang lalu.

 

Dalam acara ini, tidak hanya pameran foto saja, tapi juga ada talk show dan juga ajang lomba fotografi model on the spot dengan talent yang sudah disiapkan selain itu, 200 karya foto yang dipamerkan juga bisa dibeli oleh pengunjung dengan langsung menghubungi penyelenggara acara.

 

Perkumpulan Kemis Motret yang sudah menginjak 4 (empat) tahun ini berawal dari hobi para penggiat fotografi yang berkumpul di Green Kosambi (GREKO) Creative Hub.

 

Sepanjang perjalanannya, Kemis Motret akhirnya melahirkan Kemis Motret di 5 (Lima) Chapter lainnya, seperti Kemis Motret Cianjur, Kemis Motret Papua-Nabire, Kemis Motret Malaysia, Kemis Motret Hongkong, Kemis Motret Dubai dan Kemis Motret Australia.

 

Sejarah Kemis Motret

Pada tahun 2019 founder Kemis Motret Yoga Ogre, berkumpul bersama beberapa teman lainnya di Green Kosambi (Greko) Creative Hub. Berawal dari keinginan berbagi mengenai fotografi dibentuklah semacam kelas presentasi kecil untuk karya-karya foto yang dihasilkan. Tujuan presentasi adalah menjelaskan mengenai karya foto (pertanggungjawaban) kepada teman lainnya (Hard Print Foto), dari group kecil akhirnya menjadi besar dan seiring waktu maka berpindahlah pergerakan Kemis Motret ke CK Asia Afrika.



 

Setiap pagi di hari kamis kita mengadakan photo walk diseputaran asia afrika, braga, abc, alkateri dan sekitarnya. Di karenakan pencinta fotografi jalanan datang dari berbagai kalangan (Umum, Pegawai, mahasiswa, pelajar, wirausaha dsb) pagi hari ternyata selalu menjadi kendala untuk beberapa orang hingga akhirnya jadwal Kemis Motret berubah menjadi sore hari

 

 Adu Gambar


Adu Gambar ini setiap edisi berbeda-beda tema nya, dan format nya sama dengan presentasi karya. Apabila foto sudah mencapai tahap akhir, maka peserta yang karya fotonya lolos harus menjelaskan karya nya dan sistem penilaiannya langsung oleh semua yang hadir melalui sistem voting.

 

Kemis Motret bukanlah suatu Komunitas, melainkan sebuah Wadah berbagi bagi siapapun yang tertarik dengan Fotografi Jalanan, karena sejatinya fotografi jalanan merupakan bentuk pengarsipan visual dengan memakai Fotografi sebagai Medianya, dan dari karya-karya yang dihasilkan baru terasa manfaatnya setelah 3 atau 5 tahun kedepan ketika kita hendak melihat morfologi (perubahan) sebuah kawasan di perkotaan.



 

Fotografi jalanan merupakan sebuah teater besar dimana semua peran dan tokoh berada di dalamnya, ruang publik selalu menyuguhkan image menarik bagi mereka yang melihatnya, Kepekaan, observasi dan konsentrasi menjadi kunci untuk mendapatkan hasil fotografi jalanan yang mempunyai impact atau daya rubah yang kuat. (Dany)