Notification

×

Iklan

Iklan

Prudential Syariah Berinovasi Hadirkan PRUAnugerah Syariah

Minggu, 08 Oktober 2023 | 17:57 WIB Last Updated 2023-10-08T10:57:39Z

 

Chief Financial Officer Prudential Syariah, Paul S Kartono, saat meresmikan peluncuran PRUAnugerah Syariah/akuratnews.id 

AKURATNEWS.ID, JAKARTA - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) kembali berinovasi dengan menghadirkan PRUAnugerah Syariah yang bisa mempersiapkan warisan bermakna bagi keluarga Indonesia, hanya dengan dana mulai Rp500 ribu per bulannya.

 

Chief Financial Officer Prudential Syariah, Paul S Kartono menyatakan melalui produk ini keluarga Indonesia akan mendapatkan manfaat Dana Usia Mapan yang diproyeksikan hingga 100 persen dari total kontribusi yang akan dibayarkan, sekaligus serta perlindungan akan terus berjalan seumur hidup, yakni hingga usia 120 tahun.

 

”Berangkat dari pemahaman kami akan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap perencanaan keuangan jangka panjang, PRUAnugerah Syariah hadir sebagai anugerah. Khususnya, bagi masyarakat Indonesia yang berada dalam usia produktif, dalam menyiapkan warisan terbaik untuk keluarga tercintanya. Melalui PRUAnugerah Syariah, peserta akan mendapatkan Santunan Asuransi hingga 150 persen sejak awal kepesertaan," kata Paul saat launching PRUAnugerah Syariah.

 

Ia menyatakan, dengan hadirnya produk ini, diharapkan bisa mengatasi kekhawatiran masyarakat Indonesia tentang masa depannya.

 

Hasil survei Empowering Aspirations: Financial Preparedness in Asia yang dikeluarkan oleh Prudential mengatakan bahwa sebesar 64 persen masyarakat Indonesia memiliki kekhawatiran tentang bagaimana mereka akan memenuhi kebutuhan masa depannya apabila sesuatu yang buruk terjadi di masa yang akan datang.

 

"Dengan produk ini, masyarakat akan lebih mudah untuk mempersiapkan sejak dini, bukan hanya perlindungan atas risiko yang mungkin terjadi pada dirinya tapi juga mempersiapkan masa depan keluarga saat momen terburuk terjadi," ungkapnya.

 

Tak hanya itu, dengan nilai kontribusi yang terjangkau, maka akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat memulai perencanaan keuangan dan pensiun di umur yang lebih muda.

 

"Kesiapan finansial masyarakat Indonesia cenderung rendah, terlihat dari hasil survei Financial Health Index 2022 yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum memulai perencanaan keuangan pada usia 35 tahun dan baru memulai perencanaan pensiun di usia 41 tahun. Dengan produk ini, diharapkan masyarakat bisa menyusun lebih dini dalam mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi," pungkasnya.