Notification

×

Iklan

Iklan

BPOM Menilai Pelaku Usaha Punya Tanggung Jawab Soal Gizi Masyarakat

Senin, 24 Juli 2023 | 21:50 WIB Last Updated 2023-07-24T14:50:38Z

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang/Dok. FMB9


AKURATNEWS.ID, JAKARTA -  Upaya pencapaian kesehatan masyarakat, khususnya dalam kasus obesitas yang kini merebak, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Perlu adanya dukungan berbagai pihak dalam upaya pencapaian target kesehatan di masyarakat, salah satunya kolaborasi dengan pelaku usaha.


Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang menegaskan bahwa pelaku usaha punya tanggung jawab penting untuk mensosialisasikan keseimbangan gizi kepada konsumen, terutama yang menyasar anak-anak.


“Pelaku usaha ini kan pemilik nomor izin edar yang juga memiliki informasi terkait dengan informasi nilai gizi. Jadi, pelaku usaha juga harus memberikan informasi kepada masyarakat,” jelas Rita dalam diskusi yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk ‘Bahaya Obesitas Dini, Apa Solusinya’ di Jakarta, Senin 24 Juni 2023.


Semua stakeholder, ungkap Rita, punya tanggung jawab yang sama untuk memberikan informasi terkait dengan gizi, gula, garam dan lemak. "Jadi kalau semua unsur bergerak, mestinya prevalensi terkait diabetes ini bisa kita tangani bersama,” katanya.


Di sisi lain, untuk mencegah bahaya obesitas dini pada anak diantaranya dengan cemilan sehat. Untuk itu dibentuk suatu wadah khusus  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Sadar Pangan Aman atau yang disingkat Germas SAPA.


“Pedoman yang kami buat sejak tahun 2011 membentuk suatu wadah yang sangat besar yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Sadar Pangan Aman,” kata Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang.


Melalui Germas SAPA, BPOM menyusun berbagai pedoman dan langkah-langkah strategis demi mencapai gizi seimbang pada anak dengan fokus utama penurunan gula, garam dan lemak (GGL).


Rita mengatakan, pedoman yang telah dibuat melalui wadah Germas SAPA ini diharapkan menginspirasi para pendamping kesehatan di lapangan, baik para kader maupun guru di sekolah dan juga para kepala sekolah, petugas kantin untuk mengedukasi anak-anak kita mencapai gizi seimbang dengan memilih makanan atau cemilian yang sehat seperti buah.  


“Demikian juga dengan orang tua. Anak-anak harus terbiasa dengan makanan yang rendah gulanya. Artinya makanan harus betul-betul kita lihat komposisi gulanya  rendah. Juga makanan harus  rendah lemak, jangan sedikit-sedikit digoreng, tetapi usahakan direbus,” beber Rita.


BPOM sendiri, kata Rita, sejauh ini telah memiliki sebuah program yang mengawal jajanan anak sekolah. Tak hanya itu, perilaku hidup bersih dan olahraga teratur juga dijaga ketat.


“Jadi dalam program ini jelas ada mengawal jajan anak sekolah yaitu harus makan makanan yang seimbang. Artinya makanan harus bervariasi di mana karbohidratnya harus ada, buahnya, sayurnya, lauk pauk dan proteinnya lengkap. Kemudian perilaku hidup bersih dan olahraga teratur harus tetap terjaga,” terang Rita.