Silaturahmi Kapolri dengan Ulama, JAMIRA Dorong Budaya Komunikasi yang Sejuk

Ketua Umum JAMIRA, RM Gusti Haes/Foto. Gemini/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Jaringan Media Indonesia Raya
(JAMIRA) mengapresiasi pendekatan religius yang ditunjukkan Kapolri Jenderal
Suyudi Ario Seto melalui silaturahmi dengan ulama dan kegiatan keagamaan.
Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat
kedekatan Polri dengan masyarakat.
Ketua Umum JAMIRA, RM Gusti Haes mengatakan, kepemimpinan
kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan
membangun komunikasi, keteladanan, dan kepercayaan publik.
"Keteladanan religius akan semakin bermakna ketika
tercermin dalam pelayanan yang adil, penegakan hukum yang profesional, dan
komunikasi yang santun kepada masyarakat," kata Gusti, pada Kamis (15/10)
saat menerima kunjungan aktifis dan sejumlah jurnalis di Kawasan Kalibata City,
Jakarta.
Menurut dia, silaturahmi Kapolri dengan Majelis Ulama
Indonesia (MUI), serta keterlibatan dalam kegiatan ibadah yang disebut dalam
informasi tersebut, menunjukkan pentingnya hubungan antara institusi kepolisian
dan tokoh agama.
JAMIRA menilai pendekatan yang mengedepankan nilai
keagamaan, kesantunan, dan penghormatan terhadap ulama dapat menjadi modal
untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara aparat dan masyarakat.
"Pendekatan yang religius dan humanis dapat menjadi
ruang untuk memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat. Kami berharap
semangat itu juga tercermin dalam pelayanan, penegakan hukum, dan komunikasi
Polri di ruang digital," kata Ketua Umum JAMIRA.
Ia juga menyoroti pentingnya etika komunikasi di media
sosial. Di tengah cepatnya penyebaran informasi dan meningkatnya potensi
konflik di ruang digital, komunikasi yang santun dan bertanggung jawab
diperlukan untuk menjaga ruang publik tetap sehat.
Namun, perubahan suasana ruang digital tidak dapat hanya
diukur dari simbol atau kegiatan keagamaan seorang pejabat.
"Konsistensi pelayanan kepolisian, transparansi
penegakan hukum, respons terhadap pengaduan masyarakat, serta sikap personel di
lapangan juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik,"
kata dia.
JAMIRA, lanjut RM Gusti Haes, berharap pendekatan
kepemimpinan yang dekat dengan tokoh agama dan masyarakat dapat diterjemahkan
ke dalam praktik kelembagaan yang berkelanjutan.
"Sebab, kedekatan polisi dengan masyarakat perlu
tercermin bukan hanya dalam kegiatan seremonial, melainkan juga dalam pelayanan
yang adil, profesional, dan terbuka terhadap kritik," pungkasnya. (Jamira)


Posting Komentar