Harga Minyak Dunia Tembus 108 Dollar, Menteri ESDM: Pemerintah Tak Akan Naikkan BBM Subsidi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat memebrikan keterangan/Foto. Redaksi/akuratnews.id
AKURATNEWS.ID, JAKARTA - Menanggapi pergerakan harga minyak
mentah yang menyentuh US$103 per Barrel untuk WTI dan US$108 per Barrel untuk
Brent, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
menyatakan dirinya selalu berkolaborasi dengan Menteri Keuangan, atas arahan
Bapak Presiden Prabowo.
"Selalu melakukan dan mengikuti secara seksama terhadap
berbagai dinamika perkembangan global. Khususnya menyangkut dengan harga minyak
dunia yang tidak menentu. Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan
untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," kata Menteri
Bahlil pada awak media di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat 11 September
2026.
Ia mengakui, bahwa keputusan pemerintah ini bukan lah suatu
kebijakan yang ringan. Karena, dengan mempertahankan harga BBM Subsidi maka,
akan meningkat pula anggaran subsidi yang harus ditanggung oleh pemerintah.
"Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela
dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih
penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan,"
tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, harga minyak dunia kembali meningkat
signifikan, menembus harga tertinggi sejak Mei 2026.
Tercatat, harga minyak mentah Brent naik 6,3 persen ke level
US$107,63 per Barrel dan West Texas Index (WTI) naik 6,7 persen ke level
US$102,48 per Barrel.
Kenaikan ini ditenggarai sebagai dampak atas memanasnya
perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Diberitakan, AS dan Iran saling
melancarkan serangan, sementara Houthi yang didukung Iran-menyerang Arab Saudi
dan memicu ketegangan di Selat Bab al-Mandab.
Posting Komentar